Solok percepat pencapaian Nagari SBS

id Nagari SBS,Stop Buang air besar sembarangan,Kabupaten Solok

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Sri Efianti didampingi Ketua TP PKK, Desnadevi Gusmal menandatangani komitmen nagari SBS di Arosuka, Jumat. (Antara Sumbar/ Tri Asmaini)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat mensosialisasikan percepatan pencapaian nagari Stop Buang air besar Sembarangan (SBS) untuk mewujudkan universal acces 2019 melalui peran serta nagari dan kecamatan setempat.

"Sosialisasi ini diikuti seluruh lapisan masyarakat, jadi hendaknya dapat memaksimalkan peran semua pihak agar berperan aktif dalam membentuk nagari SBS," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Sri efianti, di Arosuka, Jumat.

Solok sudah punya tiga nagari percontohan SBS, yaitu Nagari Kacang, Tanjung Alai, Sungai Durian. Nagari lain dapat mempelajari banyak hal di nagari tersebut agar se makin sedikit yang buang air besar sembarangan.

Kabupaten Solok merupakan kabupaten pertama pengegas pelaksanaan SBS ini se Indonesia, jadi pemerintah tentunya berharap nagari lainnya di Solok dapat segera menjadi nagari SBS.

Sebab, Buang air besar (BAB) sembarangan bisa mengotori dan mencemari lingkungan, sehingga penyakit lebih mudah tertular. Pemahaman masyarakat harus semakin luas dan maju dengan BAB di tempat yang seharusnya.

Ia berharap sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman dampak positif SBS bagi lingkungan setempat, dan peserta dapat menyampaikannya kepada masyarakat lain agar berubah pola hidupnya.

Sosialisasi percepatan pencapaian Nagari SBS ini diikuti oleh PKK, GOW, ibu-ibu camat, wali nagari, Bundo kandung dan kader nagari se Kabupaten Solok.

Kementerian kesehatan RI akan mengunjungi Kabupaten Solok pada 6 Agustus 2018 dan turun langsung mengunjungi nagari yang sudah melaksanakan SBS.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan penandatanganan bersama komitmen SBS dan penyampaian materi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Solok, Desnadevi Gusmal. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar