Ini yang dilakukan Padang Pariaman capai target siswa bebas buta aksara Al Quran pada 2021

id Heri Kurnia

Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan, Heri Kurnia. (Antara Sumbar/Aadiat MS)

Seluruh siswa bisa mendapatkan sertifikat, asalkan lulus ujian yang kami berikan melalui pihak sekolah
Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, mulai mengajarkan baca tulis Al Quran mulai dari SD hingga SMP, untuk mencapai target bebas buta aksara kitab suci umat Islam itu pada 2021.

"Artinya siswa yang berusia 15 tahun atau tamat SMP sudah bisa baca tulis Al Quran," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat melalui Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan, Heri Kurnia di Parit Malintang, Jumat.

Ia mengatakan untuk merealisasikan hal ini, maka tahun ini pihaknya mulai menjaring siswa yang belum bisa baca Al Quran dan memberikannya pelajaran baca tulis kitab suci Islam itu.

Apabila siswa sudah bisa membaca Al Quran dan menuliskannya, maka pihaknya akan memberikan sertifikat sebagai bukti yang sah.

Namun untuk mendapatkan sertifikat tersebut, kata dia, pembelajaran baca tulis Al Quran tidak harus diperoleh di sekolah, namun juga bisa di rumah, mushala, dan masjid.



"Seluruh siswa bisa mendapatkan sertifikat, asalkan lulus ujian yang kami berikan melalui pihak sekolah," katanya.

Ia menjelaskan target bebas buta aksara Al Quran pada 2021 merupakan tindak lanjut dari visi misi bupati yang ingin menciptakan Padang Pariaman yang religius.

Sementara Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Dewiwarman mengatakan pemberian sertifikat bagi siswa yang sudah bisa baca Al Quran dan menulisnya merupakan usulan dari pihaknya.

"Itu kan usulan dari anggota DPRD yang tujuannya merangsang siswa untuk belajar membaca Al Quran dan menulisnya," ujarnya.

Bahkan kalau bisa, ujar dia, guru siswa tersebut juga diberikan penghargaan karena telah berjasa atas apa yang dia berikan.

Hanya saja, saat rapat penganggaran daerah terkendala defisit anggaran sehingga rencana tersebut tertunda.

"Namun kita upayakan pada 2019 nanti rencana pemberian penghargaan terhadap guru tersebut dapat dilaksanakan," tambahnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar