TNKS sita kayu tak bertuan, diduga hasil pembalakan liar

id Pembalakan Liar,TNKS ,Kayu Pembalakan Liar

Kayu diduga dari pembalakan liar di Sungai Batang Lunang, Kecamatan Silaut dan Sungai Nilau, Kecamatan Basa IV Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rabu (1/8) (ANTARA SUMBAR/Didi Someldi Putra)

Painan, (Antaranews Sumbar) - Jajaran Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) menyita 127 meter kubik kayu hasil penebangan liar di Sungai Batang Lunang, Kecamatan Silaut dan Sungai Nilau, Kecamatan Basa IV Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rabu (1/8).

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Kerinci Seblat Wilayah III, Sahyudin di Painan, Kamis, mengatakan awalnya pihaknya menerima laporan tentang pembalakan liar yang ditindaklanjuti dengan penyisiran.

127 meter kubik kayu tersebut terdiri dari 272 keping kayu suku meranti-merantian atau dipterocarpaceae dan campuran, 201 keping ditemukan di dalam kawasan TNKS sementara lainnya ditemukan di luar kawasan.

"Dan setelah kami lakukan penyisiran semua tunggul kayu itu berada dalam kawasan TNKS," ungkapnya.

Ia melanjutkan khusus kayu yang ditemukan di Sungai Batang Nilau telah dipaku, dengan dipaku kayu-kayu itu tidak lagi bisa digunakan karena berpotensi besar merusak mesin potong.

"Awalnya kami berencana menitipkannya di Polsek Tapan namun karena berbagai pertimbangan akhirnya kayu-kayu itu dirusak dengan memakunya," ujarnya.

Ia menyebutkan saat ini tim penegakkan hukum sedang melakukan pengembangan terkait kejadian itu, khusus nama-nama oknum masyarakat yang diduga kuat sebagai penampung dan pemodal telah dikantongi.

"Kami akan maksimal menangani kejadian ini sehingga tidak terulang dikemudian hari," ungkapnnya lagi.

Sebelumnya, Masril pelaku penebangan liar di kawasan TNKS di sekitar Nagari (Desa Adat) Ampang Tulak, Kecamatan Basa IV Balai Tapan terpaksa mendekam di dalam penjara akibat ulah jahilnya.

Ia dijatuhkan hukuman selama 1,2 tahun, penangkapan yang bersangkutan berawal dari patroli yang dilakukan oleh SPTN Kerinci Seblat Wilayah III. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar