Ini perkembangan kasus bansos sapi Dharmasraya tahun 2010

id Hari Wahyudi

Kepala Kejari Pulau Punjung, Hari Wahyudi. (Antara Sumbar/Ilka Jensen)

Kasus ini berawal dari laporan masyarakat dimana ada kejanggalan dalam proses pengadaan, setelah dilakukan telaah awal ditemukan adanya dugaan pidana
Pulau Punjung, (Antaranews Sumbar) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat menyebutkan proses penyidikan kasus Bantuan Sosial (Bansos) pengadaan sapi tahun anggaran 2010 memasuki tahap menghadirkan saksi meringankan bagi tersangka.

"Menghadirkan saksi meringankan diatur di dalam KUHP, pengacara tersangka sudah mengkonfirmasi untuk hal itu, dijadwalkan minggu depan ini saksi akan dihadirkan," kata Kepala Kejari Pulau Punjung, Hari Wahyudi didampingi Kasi Pidsus Kurniawan di Pulau Punjung, Selasa.

Kejari setempat menetapkan Ketua Kelompok Tani Karya berinisial "IM" sebagai tersangka kasus pengadaan bansos sapi di Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya pada 2010, kata dia.

Ia menyebutkan berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)

negara mengalami kerugian mencapai Rp256 juta dalam kasus tersebut.

"Kasus ini berawal dari laporan masyarakat dimana ada kejanggalan dalam proses pengadaan, setelah dilakukan telaah awal ditemukan adanya dugaan pidana," ujarnya.

Ia mengatakan pihak kejaksaan juga telah menyita sebanyak sembilan ekor sapi bali sebagai barang bukti dalam kasus itu.

"Barang bukti saat ini dititipkan di Dinas Pertanian," ujarnya.

Ia mengatakan program sarjana membangun desa (SMD) atau disebutkan bansos pengadaan sapi tersebar di 700 titik seluruh Indonesia pada 2010.

Di Kabupaten Dharmasraya, sebut dia program tersebut dilaksanakan di Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung dan Nagari Taratak Tinggi, Kecamatan Koto Besar.

Tersangka dijerat pasal 2, 3, dan 4 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 junto nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman maksimal kurungan 20 tahun penjara, tambah dia. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar