Ini komitmen Bupati Pesisir Selatan mengawal pembangunan rumah bantuan nelayan

id Hendrajoni

Bupati Hendrajoni saat meninjau pembangunan rumah nelayan di Kampung Sungai Pampan, Kecamatan Batang Kapas. (Antara Sumbar / Didi Someldi Putra)

Jika saya tidak mengecek ke lapangan maka nelayan yang akan menempatinya berkemungkinan besar akan mengalami nasib naas apabila terjadi gempa bumi, karena beberapa unit rumah tidak dibuatkan pondasi yang memadai
Painan, (Antaranews Sumbar) - Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat Hendrajoni memastikan dirinya akan mengawal pembangunan rumah bantuan dari pemerintah pusat yang diperuntukkan bagi nelayan kurang mampu di daerah setempat.

"Setelah melihat langsung pembangunan rumah bantuan nelayan tersebut, jujur saya cukup kecewa karena pembangunan tidak terlaksana sesuai ketentuan, namun setelah saya tindaklanjuti kontraktor siap memperbaiki pekerjaan mereka," kata Bupati Hendrajoni di Painan, Selasa.

Ia menambahkan, rumah nelayan yang didirikan di Kampung Sungai Pampan, Kecamatan Batang Kapas itu berjumlah 70 unit dengan anggaran masing-masing Rp120 juta.

Pembangunan pertama sebanyak 20 unit telah selesai, dan telah ditempati oleh nelayan, sementara 50 lagi dalam tahap pengerjaan dan menurut dia pembangunan itu yang terkesan asal-asalan.

"Jika saya tidak mengecek ke lapangan maka nelayan yang akan menempatinya berkemungkinan besar akan mengalami kejadian naas apabila terjadi gempa bumi, karena beberapa unit rumah tidak dibuatkan pondasi yang memadai," ujarnya.

Selain karena daerah setempat yang rawan gempa bumi, lokasi tempat rumah tersebut juga merupakan lahan gambut.

"Kami bersyukur ada itikad baik dari kontraktor dan kami berharap kesalahan seperti ini tidak diulanginya lagi," sebutnya.

Kendati demikian pihaknya akan terus mengawasi pelaksanaan pembangunan rumah bantuan itu dan berharap langkah tersebut diikuti oleh masyarakat setempat.

"Pengawas pembangunan tidak hanya tugas pemerintah namun juga masyarakat dengan saling melengkapi saya yakin apapun pembangunan yang ada di kabupaten ini akan terlaksana dengan sebaik-baiknya," sebutnya.

Meskipun demikian ia mengajak pengawasan yang dilakukan tetap didalam koridor yang ada dengan tidak anarkis dan main hakim sendiri karena hal itu malah akan memperburuk keadaan. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar