Ipekos galang donasi untuk bantu korban kekerasan

id Bantuan Korban Gempa

Ketua Ipekos, Wandi Malin didampingi sejumlah pengurus dan Wali Nagari Koto Baru Afrizal Khaidir, menyerahkan bantuan pada keluarga M. Irfan yang dirawat di RSUP M. Jamil, Minggu. (ANTARA SUMBAR/Istimewa)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Ikatan Pemuda Koto Baru, Kabupaten Solok (Ipekos), Sumatera Barat menggalang donasi untuk membantu biaya pengobatan korban penganiayaan dan tindak kekerasan sekelompok remaja Muhammad Irfan (17) Sabtu (21/7) yang dirawat RSUP M Jamil.

"Alhamdulillah hanya dalam waktu 4 hari, kami berhasil menggalang donasi sebesar Rp23 juta lebih. Ini berkat kebersamaan seluruh pengurus dan kawan-kawan pemuda yang bergerak menghimpun dana dari masyarakat," kata ketua Ipekos, Wandi Malin di Koto Baru, Selasa.

Bantuan telah diserahkan sebesar Rp15 juta untuk membantu pengobatan M. Irfan. Saat penyerahan bantuan, Ipekos juga mengajak perwakilan pemuda di nagari itu untuk melihat kondisi korban yang masih terbaring di ICU.

"Ini bentuk solidaritas kami dari pemuda. Hal yang sama juga akan kita lakukan untuk seluruh pemuda di Koto Baru," katanya.

Sementara sisa dari sumbangan masyarakat tersebut, akan dialokasikan untuk membantu salah seorang pemuda lainnya yang kini terbaring sakit di rumahnya.

"Semuanya nanti akan kita laporkan secara transparan," ujarnya.

Pihaknya meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku kekerasan dan penganiayaan, agar kejadian serupa tak terulang lagi.

"Kami sangat menghargai proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Kami minta petugas menindak tegas para pelaku yang terlibat penganiayaan ini," ujarnya.

Pihaknya menilai, penganiayaan yang terjadi pada hari Minggu dini hari tersebut tidak lagi bisa dikategorikan sebagai kenakalan remaja lagi, namun sudah termasuk kepada kriminalitas.

Sementara itu, Wali Nagari Koto Baru Afrizal Khaidir yang turut dalam rombongan mengapresiasi gerakan positif yang dilakukan oleh pemuda tersebut.

"Kita berharap bantuan ini bisa membantu meringankan beban biaya yang dihadapi oleh pihak keluarga. Jangan lihat jumlahnya, tapi lihat bagaimana solidaritas yang terbangun dengan baik," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar