SEKITAR 8.750 ORANG NELAYAN PASAMAN BARAT BELUM BERASURANSI

id Asuransi nelayan,Nelayan Pasaman Barat

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Pasaman Barat, Zulfi Agus. (ANTARA SUMBAR/Istimewa)

Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) - Sekitar 8.750 nelayan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) belum memiliki asuransi nelayan.

"Jumlah nelayan yang terdaftar sekitar 12.500 orang. Sekitar 3.750 orang sudah memiliki asuransi dan 8.750 orang belum," kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Pasaman Barat, Zulfi Agus di Simpang Empat, Senin.

Ia mengatakan pada 2016 sekitar 2.075 orang memperoleh asuransi dan pada 2017 sekitar 1.675 nelayan memiliki asuransi.

"Untuk tahun 2018 ini, Pasaman Barat memperoleh alokasi asuransi sekitar 2.000 orang," katanya.

Pihaknya juga saat ini berupaya memberikan asuransi nelayan dengan asuransi Jasindo dengan mengeluarkan program asuransi mandiri yang dikenal dengan program Sikantap dengan biaya 175.000 per tahun.

"Kita terus berupaya agar nelayan di Pasaman Barat memiliki asuransi karena sangat bermanfaat bagi nelayan. Kita akan ajukan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan pusat ," ujarnya.

Ia menyatakan manfaat asuransi adalah melindungi nelayan dalam melaksanakan aktifitas dilaut maupun pada saat tidak melaut.

Sebab, klaim asuransi nelayan ini bisa digunakan untuk kecelakaan di laut maupun kecelakaan di darat.

Ia menjelaskan untuk klaim meninggal karena kecelakaan di laut mencapai Rp200 juta, meninggal karena kecelakaan di darat Rp 160 juta, cacat tetap Rp100 juta, biaya pengobatan Rp20 juta, kematian alami umur 45 tahun sebesar Rp160 juta, umur 46 sampai 55 tahun sebesar Rp40 juta dan umur 56-65 tahun sebesar Rp20 juta.

"Jika ada nelayan yang kecelakaan dan terdaftar di asuransi maka bisa di klaim sesuai kategori yang ada," ujarnya.

Pihaknya beberapa waktu lalu pernah menerima klaim dari keluarga nelayan yang meninggal dunia saat melaut di Air Bangis.

"Klaim atas nama Asmuna kami cairkan Rp200 juta kepada keluarga korban. Asuransi ini besar manfaatnya," sebutnya.

Ia mengimbau kepada nelayan yang belum mendaftar bisa mendaftar pada Dinas Perikanan Pasaman Barat di Padang Tujuh pada jam kerja. Membawa KTP, Kartu Keluarga, dan kartu nelayan. Kalau tidak ada kartu nelayan bisa juga mendaftar pada Dinas Perikanan.

Ia menegaskan nelayan tidak dibebankan biaya, baik saat mendaftar maupun biaya tiap bulan, karena premi sudah dibayarkan pemerintah melalui kerjasama Kementrian Perikanan RI dengan Ansuransi Jasindo.(*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar