Konsumen mengeluh, harga telur di Payakumbuh masih bertahan Rp1.600 per butir

id telur

Telur ayam. (Antara Sumbar)

Banyak konsumen yang mengeluh dengan mahalnya harga telur ayam saat ini
Payakumbuh, (Antaranews Sumbar) - Harga telur ayam ras tingkat pedagang di pasar tradisional Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, bertahan pada Rp1.600 per butir sejak tiga minggu terakhir.

"Sebelumnya harga terlur Rp1.300 per butir, namun sejak tiga minggu terakhir bertahan pada harga Rp1.600 per butir," kata salah seorang pedagang telur di Pasar Payakumbuh, Nova (39) di Payakumbuh, Senin.

Menurutnya banyak masyarakat yang mengeluh akibat kenaikan harga telur tersebut yang menyebabkan jumlah penjualan juga turun dibanding biasanya.

"Banyak konsumen yang mengeluh dengan mahalnya harga telur ayam saat ini," katanya.

Apalagi telur merupakan salah satu bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat dari semua kalangan.

Pedagang lainnya, Mustika memperkirakan harga telur ayam akan turun lagi ketika Hari Raya Idul Adha.

"Ini memang harga telur yang paling mahal selama ini," kata dia.

Pedagang tersebut berharap pemerintah melakukan upaya-upaya agar harga kembali menjadi normal sehingga daya beli masyarakat tidak turun.

Sementara bahan pokok lain seperti cabai harganya masih stabil sejak Lebaran 2018 berkisar Rp28.000 per kilogram dan bawang merah Rp26.000 hingga Rp28.000 per kilogram tergantung kualitasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Barat, Asben Hendri mengatakan kenaikan harga telur dan daging ayam broiler secara signifikan di provinsi ini diduga akibat berkurangnya produksi hingga 30 persen di tingkat peternak.

"Larangan mencampur vaksin antibiotik pada makanan, membuat ayam petelur dan pedaging banyak sakit hingga produksi menurun. Akibatnya harga mahal," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar