Polisi sita 100 kubik kayu hasil pembalakan liar di hutan Nagari Simanau Solok (Video)

id pembalakan liar

Petugas memasang garis polisi di tumpukan kayu dugaan pembalakan liar di hutan Nagari Simanau, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Kamis (26/7). (Antara Sumbar/Tri Asmaini)

Jarak yang cukup jauh dari tepi jalan dan medan yang sulit memasuki hutan ini juga yang menjadi kendala kita untuk membawa barang bukti
Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Kepolisian Resor Solok Arosuka, Sumatera Barat, bersama polisi hutan dari Dinas Kehutanan setempat, berhasil menyita 100 kubik kayu jenis meranti yang diduga hasil pembalakan liar di hutan Nagari Simanau, Kecamatan Tigo Lurah, daerah setempat.

"Tumpukan kayu dengan berbagai ukuran itu berjumlah ratusan batang, berukuran panjang empat meter dengan ketebalan 20 hingga 40 cm," kata Waka Polres Solok Arosuka, Kompol El.Lase didampingi Kapolsek Payung Sekaki, Iptu Muchlis usai meninjau lokasi penemuan kayu tersebut di hutan Nagari Simanau, Jumat.

Ia mengatakan penemuan kayu di kawasan hutan produksi Simanau terungkap setelah mendapat laporan dari masyarakat setempat yang menemukan kayu yang telah dipotong di beberapa titik. Bahkan kondisi hutan di sekitar lokasi pembalakan sudah sangat memprihatinkan.

Laporan masyarakat terkait pembalakan di kawasan hutan Simanau ini kemudian direspon petugas dengan menyusuri hutan yang dilaporkan adanya kegiatan pembalakan liar tersebut.

Petugas polisi bersama polisi hutan setempat kemudian menuju lokasi dengan berjalan kaki selama enam jam dari Nagari Simanau hingga menemukan area pembalakan liar tersebut.

Sedangkan dari Koto Baru Solok hingga Nagari Simanau membutuhkan waktu sekitar tiga jam dengan perjalanan mobil.

Jalan menuju lokasi pembalakan liar menyisiri bukit dan jalan setapak yang menanjak dan menurun. Medan yang sulit inilah yang membuat polisi hutan kesulitan melakukan patroli rutin ditambah keterbatasan petugas.

"Jarak yang cukup jauh dari tepi jalan dan medan yang sulit memasuki hutan ini juga yang menjadi kendala kita untuk membawa barang bukti," kata dia.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui para pelaku, dan bagaimana cara kayu itu dikeluarkan dari hutan. Sebab medan yang sulit dan ukuran kayu yang besar tidak memungkinkan kayu itu diangkut keluar.

Melihat dari kondisi kayu yang ditebang adalah jenis kayu meranti dengan dugaan usia mencapai ratusan tahun.

Ia mengatakan kasus ini akan didalami lebih lanjut untuk mengungkap para pelaku. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar