Bencana datang tak diketahui waktunya, Bupati Solok minta masyarakat selalu siaga

id sosialisasi kebencanaan

Bupati Solok, Gusmal saat memberikan arahan dalam sosialisasi kebencanaan di Koto Baru, Rabu (25/7). (humas)

Kejadian bencana dan gempa baru-baru ini agar menjadi pembelajaran bagaimana menyiapkan masyarakat yang siaga bencana. Tentu peran masyarakat, nagari, dan instansi pemerintahan berbeda-beda sesuai kemampuan dan peran masing-masing
Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Bupati Solok, Sumatera Barat, Gusmal mengajak masyarakat setempat untuk selalu siaga bencana, karena bencana datang tanpa diketahui waktunya.

"Seperti gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter yang mengguncang daerah itu pada Sabtu (19/7) pukul 14.58 WIB, kita mengetahui ada bencana setelah terjadi. Makanya masyarakat perlu disiapkan untuk selalu siaga," kata Bupati pada acara sosialisasi kebencanaan bagi aparatur kecamatan, nagari, dan masyarakat yang diadakan di Koto Baru, Rabu.

Ia menyebutkan setelah terjadi bencana, penanggulangannya merupakan tanggung jawab bersama, tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah saja.

Karena penanggulangan bencana, baik sebelum, saat atau setelah terjadi semua elemen masyarakat, termasuk pemerintah memiliki tanggung jawab sesuai kapasitas masing-masing.

Masyarakat yang bermukim di daerah-daerah rawan banjir misalnya, mereka harus tahu kapan harus mengungsi ketika hujan turun lebat.

Begitu juga daerah rawan longsor atau akan melintasi jalan yang kawasannya rawan longsor agar menunggu hujan reda baru melintas.

Jika masyarakat sudah siaga bencana, dan semua elemen berperan dalam penanggulangan bencana, tentunya semua akan dapat diatasi dan korban dapat diminimalkan.

"Kejadian bencana dan gempa baru-baru ini agar menjadi pembelajaran bagaimana menyiapkan masyarakat yang siaga bencana. Tentu peran masyarakat, nagari, dan instansi pemerintahan berbeda-beda sesuai kemampuan dan peran masing-masing," kata dia.

Bupati mengatakan di sinilah pentingnya pertemuan ini agar semua elemen masyarakat meningkat pengetahuannya tentang kebencanaan, dan sesuai kapasitasnya bisa melakukan penanggulangan bencana secara cepat dan tepat.

BPBD dan pemerintahan nagari juga harus terus memperkuat Kelompok Siaga Bencana (KSB) agar dapat berperan maksimal saat bencana terjadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebencanaan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Solok, Asnur mengatakan sosialisasi ini penting untuk meningkatkan kapasitas aparatur nagari dan masyarakat dalam menghadapi bencana, dan upaya pengurangan risiko.

"Dan yang lebih penting membangun jaringan informasi, dan kerja sama yang baik antarsemua aparatur pemerintah daerah, kecamatan dan nagari, agar saat bencana terjadi bisa saling berkoordinasi," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar