Pembangunan tol trans Sumatera Padangpariaman-Pekanbaru masih terganjal pembebasan lahan

id Nasrul Abit

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. (Antara Sumbar/P Sanene)

Kita berharap harga baru yang ditetapkan MAPPI ini bisa diterima oleh masyarakat hingga pembangunan tol bisa dilanjutkan
Padang, (Antaranews Sumbar) - Pembangunan Tol Trans Sumatera Padangpariaman-Pekanbaru masih terganjal oleh proses pembebasan lahan yang belum selesai karena masyarakat menolak harga yang ditetapkan oleh tim penilai atau appraisal.

"Kemaren sudah ada tim dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) yang turun langsung untuk menilai ulang harga lahan masyarakat yang akan dibebaskan. Sekarang sedang proses," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Padang, Selasa.

Ia mengatakan itu terkait kelanjutan pembangunan Tol Padangpariaman-Pekanbaru yang dihentikan sementara karena warga menolak harga yang ditetapkan appraisal.

Nasrul berharap hasil penilaian oleh MAPPI segera keluar sehingga proses pembangunan bisa kembali dilanjutkan.

"Kita berharap harga baru yang ditetapkan MAPPI ini bisa diterima oleh masyarakat hingga pembangunan tol bisa dilanjutkan," katanya.

Jika harga disepakati, ditargetkan akhir bulan ini proses pembebasan lahan itu bisa dimulai dan pengerjaan secara fisik segera dilaksanakan.

Namun ia mengakui tetap ada kemungkinan masyarakat menolak harga yang ditetapkan oleh MAPPI karena tidak sesuai dengan tuntutan mereka.

Ketua Tim Advokasi Nagari Kasang, Padangpariaman Edi Armadian menilai harga yang pantas untuk lahan tol sekitar Rp600 ribu hingga Rp2 juta per meter persegi, jauh di atas harga yang semula ditetapkan oleh tim appraisal yaitu Rp42 ribu sampai Rp286 ribu per meter.

"Soal harga ini, jika tidak kunjung disepakati, bisa melalui pengadilan. Tetapi kita tidak menginginkan hal itu. Alangkah baiknya bisa diselesaikan secara kekeluargaan," kata dia.

Tol Padangpariaman-Pekanbaru sepanjang 254,8 km merupakan sirip dari Tol Trans Sumatera dan menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN) sebagaimana tertuang dalam Perpres No. 58 Tahun 2017.

Groundbreaking dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Februari 2018 dan ditargetkan selesai dalam waktu lima tahun.

Tol itu dinilai memiliki nilai strategis karena akan mempercepat akses dua provinsi dari awalnya 8-12 jam tergantung kecepatan kendaraan dan kondisi kemacetan jalan menjadi hanya 4 jam bahkan bisa kurang.

Pembangunannya dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap I Padangpariaman-Sicincin sepanjang 28 kilometer, tahap II Bangkinang-Pekanbaru 38 kilometer, kemudian tahap III Sicincin-Bangkinang sepanjang 189 kilometer. Diperkirakan anggaran mencapai Rp78 triliun. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar