Ingin tahu tentang adat dan budaya Minangkabau? ayo ke rumah pohon literasi

id literasi, budaya, wisata, adat

Rumah Pohon Literasi yang terletak di Nagari Pagaruyuang Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat. (Antara Sumbar/Syahrul Rahmat/18)

Batusangkar, (Antaranews Sumbar) - Rumah Pohon Literasi yang berada di Nagari Pagaruyuang Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat (Sumbar), yang bergerak di bidang literasi juga disiapkan sebagai tempat pembelajaran adat dan budaya Minang.

Penggagas Rumah Pohon Literasi Pagaruyuang, Yusril di Batusangkar, Senin, mengatakan selain difokuskan untuk tempat wisata sekaligus taman baca, kawasan rumah pohon nantinya juga akan dijadikan tempat pembelajaran budaya.

"Persoalan literasi sebenarnya tidak hanya sebatas membaca, akan tetapi mengandung makna lebih luas, termasuk pembelajaran berbagai hal, salah satunya tentang adat dan budaya," katanya.

Ia menyebutkan, pembelajaran budaya nantinya akan meliputi berbagai hal, selain kebudayaan dalam bentuk tradisi akan tetapi juga kebudayaan dalam bentuk benda.

Menurut dia, kebudayaan dalam bentuk benda berupa tinggalan cagar budaya merupakan salah satu aspek yang juga penting untuk diketahui oleh masyarakat.

"Untuk hal ini nantinya akan dibimbing atau dipandu oleh orang-orang yang paham dan mengerti tentang benda-benda bersejarah, terutama yang ada di Tanah Datar," ujarnya.

Selain itu ia juga berencana untuk membangun sebuah gelanggang atau lapangan yang nantinya akan dipergunakan untuk belajar silat sekaligus belajar tentang adat Minangkabau.

Tingkat pemahaman masyarakat tentang adat dan budaya menurutnya masih terbilang rendah, terutama generasi muda, oleh karena itu berniat untuk mengembangkan hal tersebut.

"Dengan upaya ini nantinya diharapkan dapat semakin meningkatkan kepedulian seluruh lapisan masyarakat terhadap kegiatan literasi serta kebudayaan," kata dia.

Kepala Dinas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanah Datar, Marwan mengatakan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Tanah Datar yang terbilang masih rendah, maka dibutuhkan peran aktif berbagai pihak.

Menurut dia, untuk menggiatkan literasi, di daerah tersebut sudah ada sebanyak 75 buah perpustakaan nagari yang tersebar pada 75 nagari yang ada. Selain itu pada masing-masing nagari tersebut juga terdapat setidaknya dua atau tiga taman bacaan masyarakat serta ditambah dengan perpustakaan keliling. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar