Polres-SMKN 1 Tanjungraya cegah narkoba lewat kurikulum

id narkoba

Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi dan Kepala SMKN 1 Tanjungraya mendatangani nota kesepahaman entang pengintegrasian pembelajaran bahaya penyalahgunaan narkoba dalam kurikulum di aula sekolah itu, Sabtu (14/7). Yusriza/

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar ) - Kepolisian Resor Agam, Sumatera Barat, menjalin kerja sama dengan SMKN 1 Tanjungraya tentang pengintegrasian pembelajaran bahaya penyalahgunaan narkoba dalam kurikulum di sekolah itu.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi dengan Kepala SMKN 1 Tanjungraya Muhammad Dinin di Aula sekolah itu, Sabtu (14/7).

Pada kesempatan itu, Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi mengatakan, kerja sama ini dijalin setelah sekolah tersebut siap menjalankan kurikulum .

"Sekolah ini bisa dijadikan sebagai tolok ukur bagi sekolah lain, karena SMKN 1 Tanjungraya merupakan satu-satunya SMK di Sumbar yang menjalankan kurikulum tersebut," katanya.

Ia menambahkan, ini dalam rangka untuk membentengi generasi muda dari bahaya narkoba, sehingga mereka tidak terlibat penyalahgunaan narkoba.

Namun apabila tidak dibentengi sedini mungkin, maka generasi muda di daerah itu akan rusak.

Untuk itu, pihaknya berharap seluruh, MA SMA dan SMK di wilayah hukum Polres setempat menerapkan kurikulum itu

"Kita akan berupaya semaksimal mungkin agar seluruh sekolah menerapkan gagasan yang saya lahirkan dalam mengantisipasi penyalahgunaan narkoba secara dini bagi generasi muda," katanya.

Kepada siswa, Kapolres mengimbau agar tidak menerima barang dari orang yang tidak dikenal dengan iming-imingan.

Apabila tertangkap, siswa tersebut akan diproses sesuai aturan yang ada karena mereka bertindak sebagai kurir.

"Kalau tertangkap harus menerima risiko dan saya tidak main-main dengan penyalahgunaan narkoba. Apabila anggota kepolisian tertangkap, maka mereka akan diproses sesuai hukum atau dipecat apabila terbukti sebagai pengedar," tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Tanjungraya, Muhammad Dinin, menambahkan, siswa tidak terlibat penyalahgunaan narkoba merupakan tugas di bidang pendidikan yang paling berat.

Untuk itu, pihaknya sepakat membuat suatu program bersama dengan Polres tentang pengintegrasian pembelajaran bahaya penyalahgunaan narkoba dalam kurikulum.

"Selama ini telah ada sosialisasi, tetapi tidak maksimal karena tidak berkesenambungan," kata dia.

Dengan terintegrasi pembelajaran itu, maka anak betul-betul menjauhi dan tidak terlibat.

Pembelajaran itu untuk kelas 10 atau siswa yang baru masuk dengan jumlah 398 orang dari 14 rombongan belajar.

Materi pelajaran itu akan terintegrasi pada mata pelajaran jasmani dan olahraga. Sementara nilainya akan masuk ke rapor.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar