Melalui dana desa, Pemkab Tanah Datar minta nagari benahi perpustakaan nagari

id Literasi, perpustakaan, tanah datar

Kepala Dinas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanah Datar, Marwan (Antara Sumbar/Syahrul R)

Dengan adanya dana desa, wali nagari dibenarkan untuk menganggarkan dana untuk melengkapi koleksi buku serta menyediakan bangunan yang representatif
Batusangkar, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah nagari atau desa di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), diimbau untuk menyediakan anggaran khusus untuk melengkapi koleksi buku pada perpustakaan yang ada pada setiap nagari.

Kepala Dinas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanah Datar, Marwan di Batusangkar, Kamis, mengatakan selain koleksi buku, pemerintah nagari juga dituntut untuk menyediakan bangunan yang layak untuk perpustakaan.

"Dengan adanya dana desa, wali nagari dibenarkan untuk menganggarkan dana untuk melengkapi koleksi buku serta menyediakan bangunan yang representatif," katanya.

Ia menyebutkan, terkait penganggaran dana desa untuk hal tersebut sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kemendesa (Permendes) nomor 19 Tahun 2017.

Dalam Permendes tersebut menurutnya disebutkan beberapa hal yang berkaitan dengan upaya mencerdaskan bangsa melalui pendidikan serta pemberdayaan masyarakat dan termasuk di dalamnya melengkapi sarana prasarana untuk kebutuhan tersebut.

"Akan tetapi hingga saat ini, dari 75 nagari yang ada di Tanah Datar, belum semuanya yang menganggarkannya," ujarnya.

Ia menambahkan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Tanah Datar yang terbilang masih rendah, maka dibutuhkan peran aktif seluruh pihak, termasuk pemerintahan nagari yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan perpustakaan yang ada di daerah masing-masing.

"Apabila belum dianggarkan dalam anggaran induk, maka selanjutnya dapat dianggarkan pada anggaran perubahan," kata dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pembangunan sarana dan prasarana perpustakaan merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat.

Oleh sebab itu menurutnya pembangunan perpustakaan tidak kalah penting dengan pembangunan infrastruktur lain, karena membangun perpustakaan sama dengan membangun masa depan.

"Membangun sarana dan prasarana perpustakaan sama dengan membangun masa depan yang bermanfaat untuk anak cucu ke depan," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar