Apkasi: pengajar harus mendapat bimbingan intensif

id Apkasi,peningkatan mutu pengajar

Satf ahli Apkasi Immatul Hasanah (kiri) dan sekretaris Daerah Solok Selatan Yulian Efi (dua kiri) saat pembukaan audiensi Apkasi di Solok Selatan, Kamis. (ANTARA SUMBAR/Erik Ifansya Akbar)

Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Staf ahli Bidang Pendidikan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Immatul Hasanah mengatakan pengajar harus mendapat perhatian dan bimbingan intensif sehingga proses transfer ilmu berlangsung baik dan proses belajar mengajar menyenangkan.

"Peran guru sangat penting dalam pendidikan dan ia harus jadi sosok yang mencerahkan, memupuk nilai kasih sayang, keteladanan, perilaku, moralitas dan kebhinekaan dan inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya," kata dia saat audiensi di Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Kamis.

Apkasi sebagai mitra kabupaten perlu memberikan masukan dan alternatif dalam membangun dunia pendidikan di daerah.

Apkasi akan terus membantu pemerintah dalam membangun pendidikan di daerah termasuk memperkenalkan metode pendidikan yang mujarab.

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, Apkasi telah bekerja sama dengan yayasan pendidikan Adiluhung Nusantara.

Selama lima tahun terakhir, Apkasi dan YPAN telah melatih 80 ribu lebih guru yang tersebar di 100 kabupaten di Indonesia dalam bidang matematika, bahasa inggris dan smart teaching.

Menurutnya yang menjadi tugas pemerintah saat ini adalah pemerataan dan meningkatkan kualitas pendidikan.

"Pendidikan sangat fundamental dalam menjaga masa depan bangsa dan pondasi kiat ditengah sengitnya persaingan regional dan global sehingga kualitasnya harus ditingkatkan," ujarnya.

Apabila pendidikan di daerah tidak juga mendapat perhatian lebih baik, sebutnya akan sulit bersaing dengan sumber daya manusia negara lain.

Dia menambahkan, pendidikan harus dilihat secara holistik mulai dari bangunan sekolah maupun sarana dan perlengkapan pendukung proses belajar mengajar. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar