Bupati Pesisir Selatan upayakan jalan tembus antarkabupaten terwujud

id Hendrajoni

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni. (Antara Sumbar / Didi Someldi Putra)

Kami terus membuka pembicaraan dengan pejabat di provinsi agar menggelontorkan anggaran untuk pembangunan jalan itu, begitu juga dengan pejabat pusat
Painan, (Antaranews Sumbar) - Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat Hendrajoni mengatakan masih terus mengupayakan agar jalan tembus antarkabupaten setempat dengan Kabupaten Solok dan Solok Selatan terwujud sebagai upaya meningkatkan perekonomian di tiga daerah itu.

"Jalan merupakan hal penting dalam peningkatan perekonomian, untuk itu jalan tembus antara Pesisir Selatan dengan Kabupaten Solok yang melewati Bayang terus kami dorong untuk dituntaskan," katanya di Painan, Kamis.

Ia menambahkan tahun ini jalan tersebut mendapatkan suntikan dana Rp12 miliar untuk pengerjaan sepanjang 2,7 kilometer.

Dengan tuntasnya jalan tersebut maka panjang jalan yang telah dituntaskan sejak 2013 telah mencapai 18,1 kilometer dengan total panjang jalan keseluruhan 49,4 kilometer.

"Kami terus membuka pembicaraan dengan pejabat di provinsi agar menggelontorkan anggaran untuk pembangunan jalan itu, begitu juga dengan pejabat pusat," katanya lagi.

Sementara jalan yang menghubungkan daerah setempat dengan Solok Selatan hingga saat ini pembangunnya masih terkedala pertimbangan-pertimbangan perihal lingkungan karena melewati Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Kendati demikian katanya pelbagai upaya terus dilakukan mulai dari pengkajian yang melibatkan akademisi hingga pembicaraan serius dengan pejabat terkait.

"Berkat upaya itu, dari 30 jalan yang diajukan pembangunannya yang sama-sama melewati taman nasional tujuh di antaranya akan dibahas lebih lanjut, di antara tujuh itu termasuk Pesisir Selatan-Solok Selatan," ujarnya.

Ia mengungkapkan dengan dibangunnya jalan Pesisir Selatan-Solok Selatan tidak hanya akan berdampak pada peningkatan perekonomian bagi kedua daerah, namun juga menyangkut keselamatan, karena jalan itu bisa dijadikan sebagai jalan evakuasi jika terjadi gempa yang berpotensi tsunami yang mengancam masyarakat Pesisir Selatan.

Selanjutnya jalan itu juga akan memperkuat silaturahim antarmasyarakat kedua daerah, karena masyarakat Pesisir Selatan hampir sebagian merupakan keturunan masyarakat Solok Selatan.

Hal tersebut selain dikuatkan dialeg masyarakat, gelar adat, juga dikuatkan dengan cerita turun temurun yang disampaikan masyarakat setempat hingga tambo Minangkabau. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar