KPU Sumbar targetkan tidak ada pemilih gunakan KTP

id kpu

Komisoner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat Nova Indra. (Antara Sumbar/ Mario Sofia Nasution)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat manargetkan tidak ada lagi pemilih di provinsi itu yang menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dalam menggunakan hak pilihnya karena belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)dalam pemilu legislatif 2019.

Komisioner KPU Sumbar Indra Nova di Padang, Rabu mengatakan hal ini dilakukan karena biaya yang dikeluarkan negara untuk pemutakhiran data pemilih mencapai Rp13,5 miliar.

"Seharusnya dengan biaya yang besar dapat menghasilkan kinerja yang besar sehingga warga yang memiliki hak pilih terdaftar dalam daftar pemilih sementara," kata dia.

Ia mencontohkan dalam Pilkada Kota Padang pada 2013 jumlah pemilih yang menggunakan KTP dan surat keterangan (Suket) KTP sementara dalam menyalurkan hak pilihnya sekitar 16 ribu orang. Sementara dalam pilkada yang sama pada Pilkada Kota Padang 2018 jumlah pemilih yang menggunakan KTP dan suket berkurang menjadi sekitar delapan ribu orang.

"Targetnya nanti tentu seluruh pemilih sudah masuk dalam daftar tetap dan tidak lagi menggunakan KTP dalam menyalurkan hak pilihnya," katanya.

Sosialisai juga telah dilakukan hingga ke tingkat desa dan nagari agar warga dapat memastikan dirinya terdaftar dalam daftar pemilih sementara yang dikeluarkan KPU Sumbar.

"Masyarakat juga dapat memeriksa dirinya masuk dalam daftar pemilih sementara secara daring melalui Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih)," katanya.

Selain itu pihaknya juga terus mengingatkan calon legislatif dan calon anggota DPD agar memastikan warga mereka terdaftar dalam daftar pemilih sementara yang dikeluarkan oleh KPU.

"Biasanya banyak masyarakat yang acuh ketika KPU mengumumkan daftar pemilih sementara dan mereka akan ribut ketika diri mereka tidak masuk dalam daftar pemilih ketika hari pemilihan. Ini yang saat ini coba kita perbaiki agar seluruh warga yang memiliki hak pilih dapat terdaftar dalam DPT," katanya.

Sebelumnya KPU Sumbar menetapkan daftar pemilih tetap untuk Pemilu Presiden 9 Juli 2014 sebanyak 3.611.551 orang.

Ketua KPU Sumbar Amnasmen mengungkapkan jumlah pemilih tersebut berkurang 13.930 orang dari jumlah daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) yang diumumkan pada 18 Mei 2014 yang mencapai 3.625.481.

"Pengurangan terjadi karena ada pemilih yang memiliki data ganda, meninggal, di bawah umur, pindah domisili, serta berubah status menjadi TNI/ Polri," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar