Popularitas Kawasan Saribu Rumah Gadang tingkatkan kunjungan wisata

id Kawasan Saribu Rumah Gadang,Muzni Zakaria

Empat kepala daerah yang berkunjung ke seribu rumah gadang yaitu Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, dan Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz, serta Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria. (ANTARA SUMBAR/Dokumentasi Humas Pemkab Solok Selatan) (ANTARA SUMBAR/Dokumentasi Humas Pemkab Solok Selatan/)

Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat Muzni Zakaria mengatakan popularitas kawasan seribu rumah gadang akan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke daerah itu.

"Fokus ke depan adalah kemajuan pariwisata dan sekarang popularitas Kawasan Saribu Rumah Gadang sudah mampu "memanggil" pejabat tinggi pemerintah pusat untuk berkunjung," katanya di Padang Aro, Selasa.

Ke depannya, imbuhnya juga akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal, nasional maupun mancanegara.

Menurut dia, Kawasan Saribu Rumah Gadang yang semakin terkenal akan banyak wisatawan yang berkunjung sehingga juga berimbas pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Selain itu, akses jalan yang selama ini menjadi kendala kedepan proses perbaikannya bisa lebih cepat.

"Saat ini jalan yang melintasi Solok Selatan adalah jalan Nasional sehingga perbaikannya bisa lebih cepat sebab dananya berasal dari pusat," ujarnya.

Apalagi katanya, saat ini pemerintah pusat juga sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur terutama jalan untuk mempermudah akses masyarakat.

Saat ini katanya, di Solok Selatan muncul lagi Rumah Gadang Panjang di Nagari Abai yang juga bersaing pada Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018.

"Mari bersama-sama kita dukung rumah gadang panjang meraih API 2018 agar popularitas Solok Selatan sebagai salah satu daerah wisata lebih bagus lagi," ujarnya.

Saat ini Rumah Gadang Panjang mendapatkan vote 25 persen dan paling tinggi dibanding peserta lainnya kategori situs sejarah terpopular dan berpeluang menang.

Dia menambahkan, persoalan saat ini adalah masalah kebersihan terutama di destinasi wisata yang masih belum mampu dijaga.

"Kebersihan bukan hanya tanggung jawab OPD terkait tetapi seluruh masyarakat sehingga perlu dibudayakan hidup bersih tanpa sampah," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar