678 Qori-Qoriah bersaing pada MTQ tingkat Agam

id mtq agam

Bupati Agam, Indra Catri didampingi Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria dan Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar, Kardinal memukul tambua tanda dimulainya MTQ Nasional tingkat daerah itu ke XXXVIII di Lapangan Sepakbola Matur, Selasa (10/7). (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak 678 qori dan qoriah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, bersaing pada Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) nasional tingkat kabupaten itu XXXVIII di Kecamatan Matur pada 10-14 Juli 2018.

Panitia Pelaksana MTQ Nasional Tingkat Agam XXXVIII, Edi Oktaviandi di Lubukbasung, Selasa, mengatakan MTQ ini dalam rangka untuk mengembangkan nilai Al Quran di tengah masyarakat, ajang kompetisi untuk mendorong para qori dan qoriah rajin berlatih dan lainnya.

Dengan cara itu, akan lahir qori dan qoriah terbaik yang akan mengharumkan Agam tingkat Sumbar dan nasional.

"Mereka akan meraih prestasi tingkat Sumbar, sehingga mewakili provinsi itu ke tingkat nasional," katanya.

678 peserta ini berasal dari 16 kecamatan di daerah itu. Mereka ini akan mengikuti 10 cabang yang diperlombakan.

Sementara itu, Bupati Agam, Indra Catri menambahkan, MTQ ini merupakan kelanjutan dari MTQ tingkat nagari atau desa adat dan MTQ tingkat kecamatan yang digelar beberapa bulan lalu.

Ia menambahkan, proses MTQ secara berjenjang mulai dari tingkat nagari dan kecamatan telah berlangsung semenjak empat tahun lalu.

Dalam penyelenggaraan itu, tambahnya, Pemkab Agam memberikan dukungan pendanaan yang cukup melalui APB nagari untuk tingkat nagari dan DPA kecamatan untuk tingkat kecamatan.

"MTQ tiap nagari ini merupakan implementasi dari gerakan nagari Madani yang telah kita canangkan pada 2017," katanya.

Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar, Kardinal berharap dengan MTQ ini akan lahir ulama dan cendikiawan di Agam.

"Ini harapan kita sehingga akan lahir Buya Hamka baru di Agam," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar