Hendrajoni minta izin prinsip perusahaan kelapa sawit jangan dibawa "tidur"

id hendrajoni,perusahaan kelapa sawit

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni. (Antara Sumbar / Didi Someldi Putra)

Jika izin prinsip yang kami terbitkan dibawa "tidur" maka akan kembali dicabut karena kami yakin banyak investor yang ingin berinvestasi di Pesisir Selatan, sementara bagi yang serius maka kemudahan-kemudahan akan kami berikan termasuk dalam hal pene
Painan, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, telah menerbitkan izin prinsip bagi tiga perusahaan kelapa sawit yang akan beroperasi di daerah setempat.

"Izin prinsip kami terbitkan merupakan respon positif atas keseriusan investor yang ingin berinvestasi," kata Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni di Painan, Senin.

Dengan telah dikantonginya izin prinsip, ia mendorong ketiga investor secepatnya melengkapi dokumen lainnya dan secara bertahap melaksanakan pembangunan pabrik.

Satu diantara tiga pabrik tersebut akan beroperasi di Kecamatan Lengayang, sementara dua lainnya akan beroperasi di Kecamatan Lunang.

Menurutnya pada ketiga daerah memiliki potensi sawit rakyat yang melimpah, bahkan saat ini saking banyaknya produksi tandan buah segar kelapa sawit harganya menjadi anjlok.

"Saat ini harga tandan buah segar kelapa sawit produksi kebun rakyat berkisar Rp500 sampai Rp550 per kilogram dan kedepan dengan beroperasinya ketiga perusahaan kami yakin harga tandan buah segar akan bersaing," ujar Hendrajoni.

Meski demikian ia menegaskan akan mencabut kembali izin prinsip yang diterbitkan jika diantara ketiga pemodal tidak menunjukkan keseriusannya.

"Jika izin prinsip yang kami terbitkan dibawa "tidur" maka akan kembali dicabut karena kami yakin banyak investor yang ingin berinvestasi di Pesisir Selatan, sementara bagi yang serius maka kemudahan-kemudahan akan kami berikan termasuk dalam hal penerbitan izin lain karena dari 120 jenis izin hanya izin mendirikan bangunan yang mesti mengeluarkan biaya selebihnya gratis," ungkapnya.

Sementara itu, Abdul Muis (47) seorang petani kelapa sawit di Kecamatan Lengayang berharap agar pemerintah daerah terus mempromosikan potensi kelapa sawit yang ada di daerah itu.

Sehingga katanya produksi sawit yang melimpah tidak terus menerus membuat para petani menderita namun sebaliknya mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurutnya harga tandan buah segar kelapa sawit pada daerah setempat bervariasi mulai dari Rp300 hingga Rp1.200 per kilogram, naik turunnya harga tergantung waktu dan biasanya harga akan anjlok sebelum masuk dan sesudah lebaran setiap tahunnya.(*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar