Pembangunan asrama haji di Padang Pariaman dilanjutkan

id Kemenag Sumbar

Kepala Kantor Kemenag Sumbar Hendri (Antara Sumbar/Aadiaat Makruf)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Pembangunan asrama haji di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) dilanjutkan setelah beberapa tahun terhenti karena permasalahan upah dan pembayaran material.

"Tahun ini pemerintah menganggarkan dana Rp48 miliar untuk kelanjutan pembangunan asrama haji," kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah Sumbar, Hendri usai membuka MTQ Nasional yang ke 46 tingkat Kabupaten Padang Pariaman, Jumat malam.

Ia mengatakan pengerjaan pembangunan asrama yang miliki empat tingkat tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Mungkin dalam minggu ini akan dilakukan pengerjaannya," katanya.

Ia mengungkapkan dilanjutkannya pembangunan asrama tersebut atas perjuangan dari sejumlah pihak baik dari Kemenag, DPR RI, Gubernur Sumbar, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman.

Pihaknya bersama pemangku kepentingan lainnya tersebut akan mengupayakan agar tahun depan juga mendapat dana sehingga asrama haji itu dapat diselesaikan dengan cepat.

Apabila asrama haji tersebut selesai, lanjutnya maka akan dapat menampung jamaah dari berbagai daerah yaitu Sumbar, Jambi, dan Bengkulu.

"Asrama haji ini sangat strategis dan dapat berdampak positif terhadap perekonomian warga setempat," ujarnya.

Terpisah, Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni mengatakan asrama haji tersebut terletak di Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai dan memiliki luas 10 hektare.

"Asrama haji ini nantinya akan digunakan oleh tiga propinsi. Insyaallah menjadi yang termegah dan membanggakan ranah Minang" kata dia.

Ia mengatakan pihaknya juga akan berkontribusi untuk pembangunan gerbang asrama haji.

Saat ini pihaknya sedang mendesain gerbang asrama tersebut yang rencananya didominasi ciri khas Minangkabau.

Sebelumnya, Pemkab Padang Pariaman akan terus memperjuangkan kelanjutan pembangunan Asrama Haji Embarkasi Padang yang dibangun di daerah itu.

"Permasalahan dengan warga setempat tentang upah dan pembayaran material akan diselesaikan secepatnya," kataAli Mukhni, Selasa (1/11).

Pembangunan asrama haji tersebut diresmikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin pada 12 Mei 2015 yang rencananya pada saat itu selesai pada 2017. (*)

Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar