Pariaman olah sampah organik menjadi pupuk kompos taman kota

id Adrial

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pariaman, Adrial. (Antara Sumbar/Muhammad Zulfikar)

Mesin pengolahan kita memang masih terbatas, apalagi hanya dikerjakan oleh dua orang tenaga kerja sehingga produksinya memang masih minim
Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat melakukan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos untuk digunakan sebagai kebutuhan pemupukan taman kota.

"Pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos sudah berjalan sejak empat tahun terakhir dengan rata-rata produksi 60 kilogram setiap pengolahan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pariaman, Adrial di Pariaman, Jumat.

Ia mengatakan untuk bahan utama pengolahan pupuk kompos tersebut seperti kotoran sapi, sekam padi, daun-daun dan aneka tumbuhan lainnya.

Untuk proses pengolahan pupuk tersebut ujar dia, setidaknya membutuhkan waktu hingga 20 hari agar bisa digunakan untuk kebutuhan taman kota di daerah itu.

"Produksi pupuk kompos ini memang belum maksimal, dan belum dikomersilkan sehingga hanya sebatas pemenuhan kebutuhan taman kota saja," kata dia.

Untuk meningkatkan hasil pupuk kompos tersebut kata dia, pemerintah masih perlu melakukan penambahan mesin pengolahan serta penambahan jumlah tenaga kerja.

"Mesin pengolahan kita memang masih terbatas, apalagi hanya dikerjakan oleh dua orang tenaga kerja sehingga produksinya memang masih minim," katanya.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertanaman DLH Kota Pariaman Bakri mengatakan selain terkendala jumlah personel dan mesin pengolahan, lokasi untuk pembuatan dan anggaran operasional juga dibutuhkan untuk memaksimalkan pembuatan pupuk kompos.

Sedangkan bahan baku utama untuk pengolahan pupuk kompos tersebut ujarnya, persediaan setiap minggunya cukup berlimpah sehingga tidak ada kendala di sektor itu.

"Pemerintah daerah menyakini apabila semua mesin pengolahan lengkap termasuk sumber daya manusianya, maka pupuk kompos yang diolah bisa dikomersilkan sehingga menambah pemasukan Kota Pariaman," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar