Sampah plastik antarkan mahasiswa UGM juara di London

id UGM

Rangkaian Make the Future Live 2018 di Queen Elizabeth Olympic Park, Stratford, London, Kamis (5/7. (Antara)

Kami merasa senang dan bangga bisa menang dan membawa nama Indonesia dalam ajang bergengsi ini
London, (Antaranews Sumbar) - Sampah plastik yang menjadi masalah di tanah air berhasil mengantarkan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Gajah Mada Yogyakarta, tergabung dalam Tim Smart Car MCS (Microalgae Cultivation Support) menjadi juara Shell Ideas360.

Kegiatan tersebut diadakan dalam rangkaian Make the Future Live 2018 di Queen Elizabeth Olympic Park, Stratford, London, Kamis (5/7).

"Kami merasa senang dan bangga bisa menang dan membawa nama Indonesia dalam ajang bergengsi ini," ujar Team Manager Herman Amrullah, usai diumumkannya juara Shell Ideas360 oleh CEO of Royal Dutch Shell, Ben van Beurden, kepada Antara London, Kamis sore waktu Inggris.

Anggota tim Smart Car MCS yang terdiri dari Herman Amrullah,

Sholahudin Allayubi dan Thya Laurencia Benedita Araujo berhasil mengalahkan tim yang berasal dari empat negara lainnya yaitu UAE, USA, Prancis dan Australia setelah mengikuti penjurian secara tertutup.

Country Chairman & President Director, Shell Indonesia, Darwin Silalahi, kepada Antara London, Kamis malam mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan mahasiswa dari Tanah Air dalam ajang Shell Ideas360 tersebut.

"Keberhasilan ini membuktikan anak muda atau mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan rekan-rekannya dari negara lain," ujar Darwin Silalahi, menambahkan bahwa manakala ada kesempatan untuk berkompetisi mahasiswa Indonesia mempunyai daya juang yang tinggi.

Ketiga mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di UGM itu mengakui keberhasilannya dalam berkompetisi tidak lain adanya dukungan dari berbagai pihak termasuk para netizen yang ada di tanah air. Keberhasilan tim UGM mengalahkan tim-tim dari negara lain berkat ide mereka dalam merancang ide teknologi yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar dengan memanfaatkan gas buang mobil.

Menurut Thya Laurencia Benedita, ide brilian yang ingin mereka sampaikan ke dalam Bahasa Inggris agar sampai pesannya merupakan tantangan. Apalagi dalam diskusi bersama tim muncul ide-ide baru yang lebih baik lagi.

Ide ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap banyaknya sampah plastik di lingkungan. Jumlah limbah plastik terus meningkat dari waktu ke waktu dan telah menjadi persoalan dunia. Setiap orang bisa memproduksi sampah plastik hingga 2,5 kg setiap harinya dan sekitar 90% sampah itu banyak berakhir di tempat sampah dan mencemari lingkungan," ujar Sholahudin Allayubi.

Sementara itu Herman mengatakan sampah plastik dapat diubah menjadi bahan bakar. Hanya saja, untuk mengkonversi menjadi bahan bakar membutuhkan energi yang tidak sedikit.

"Kami terpikir gagasan untuk memanfaatkan panas dari gas buang kendaraan untuk mengkonversi limbah plastik menjadi bahan bakar," ujarnya. Panas gas buang kendaraan bisa digunakan dalam proses tersebut.

Smart Car ini memiliki reaktor pirolisis yang dapat menampung sebanyak 2 kg sampah plastik. Tidak hanya itu, mobil ini juga dilengkapi dengan teknologi Microalgae Cultivation Support (MCS) yang digunakan untuk mengurangi jumlah CO2 gas buang pada kendaraan. Pengembangan Smart Car ini tidak hanya bisa memproduksi bahan bakar dan biofuel untuk energi bersih dari limbah plastik. Namun, dengan pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar juga mengurangi persoalan sampah di lingkungan dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Darwin Silalahi mengaku Shell bangga dapat berperan dalam upaya mencari solusi atas tantangan energi, air, dan pangan di masa depan, dan Shell juga harus mampu memberikan inspirasi kepada generasi masa depan yaitu para inovator, ilmuwan, pemimpin pemikiran, dan wirausahawan muda.

Shell Ideas360 merupakan gagasan revolusioner dari generasi muda yang pada tahun 2013 digelar Shell untuk pertama kalinya.

Menurut panitia penyelenggara tujuan utama ajang Shell Ideas360 adalah untuk mengembangkan inovasi dalam menghadapi tantangan global di sektor energi, pangan dan air. Selain untuk meningkatkan kesadaran manusia tentang dampak pertumbuhan penduduk, perubahan iklim serta peningkatan konsumsi sumber daya terhadap pasokan energi, pangan dan air.

Ajang kompetisi Shell Ideas360 ditujukan bagi mahasiswa di seluruh dunia berusia diatas 18 tahun, yakni mereka harus melewati penjurian dalam beberapa tahapan mulai pendaftaran memasukkan ide awal kemudian dievaluasi dan tim yang terpilih akan lolos ke tahap 2. Pada tahap 2, tim-tim akan mengembangkan ide-ide mereka bersama dengan para mentor dan ahli bidang studi. Pada tahap 3, lima finalis yang terpilih menjabarkan idea-ide mereka di hadapan panel juri terdiri dari para ahli di bidang Energi, Pangan dan Air.

Tahun ini, ajang kompetisi Shell Ideas360 memasuki edisi kelima diikuti lebih dari 17.000 mahasiswa berasal dari 140 negara dengan 3.363 ide yang masuk Tahap Final Shell Ideas360.

Kegiatan ini diadakan bersamaan dengan pagelaran festival ide & inovasi tahunan Make the Future Live yang diadakan tanggal 5-8 Juli 2018.

Juara Kompetisi Shell Ideas360 tahun ini berhak mendapatkan hadiah berupa perjalanan/petualangan eksklusif. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar