Polres Solok sita sekitar 5 kubik kayu di Aia Luo

id pembalakan liar di Solok,Polres Solok

Petugas mengamankan kayu hasil dugaan pembalakan liar. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Kepolisian Resor (Polres) Solok Arosuka, melalui Polsek Kecamatan Payung Sekaki, Sumatera Barat menyita sekitar 5 kubik kayu yang diduga hasil pembalakan liar di Nagari Aia Luo, Kamis.

Tumpukan kayu pelbagai ukuran diamankan petugas di Jorong Tanah Sirah, nagari Aie Luo, Kecamatan Payung Sekaki, dengan jumlah 35 batang berukuran 2,5X25X2 meter.

Penemuan kayu di kawasan hutan nagari Aie Luo terungkap bahwa aksi pembalakan hutan di daerah itu diduga sudah cukup lama sehingga meresahkan warga. Bahkan kondisi lahan disekitar lokasi sudah sangat memprihatinkan.

Laporan masyarakat terkait maraknya aksi pembalakan hutan di kawasan Nagari Aie Luo, akhirnya direspon petugas. Sejumlah petugas dari Mapolsek Payung Sekaki menyusuri hutan yang dilaporkan masyarakat adanya kegiatan pembalakan liar.

Petugas menemukan jejak dan bekas dugaan adanya kegiatan pembalakan hutan liar diwilayah hukumnya.

Bahkan, petugas juga menemukan tumpukan kayu yang sudah dipotong dengan berbagai ukuran. Kayu berbagai jenis itu terlihat ditumpuk rapi dan siap angkut.

Namun sayang dalam kasus penemuan tumpukan kayu yang diduga hasil pembalakan lira, petugas tidak menemukan pelaku. Kuat dugaan para pelaku mengetahui kedatangan petugas sehingga mereka menghindar dari lokasi.

Akibat aksi dugaan pembalakan hutan itu selain merusak kawasan hutan juga merusak jalan di nagari tersebut. Penyebabnya, menurut masyarakat adanya aktivitas truk yang mengangkut kayu.

Kapolresta Solok Arosuka AKBP Fery Irawan melalui Kapolsek Payung Sekaki Iptu Evi Wansri mengatakan kasus ini akan didalami untuk mengungkap para pelaku.

Sebelumnya Anggota DPRD Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu meminta Kapolres Solok Arosuka segera menindak oknum terkait adanya aksi pembalakan liar dan perambahan hutan secara liar di hutan Nagari Air Luo Kecamatan Payung Sekaki.

Ia menyebutkan, kasus pembalakan liar di kawasan Air Luo harus menjadi perhatian pihak kepolisian, jangan sampai terkesan lemah dan terjadinya pembiaran.

"Ini tugas Polres Solok dan Polhut Provinsi Sumbar untuk menindaklanjuti informasi ini. Apalagi ada desas-desus setoran pada oknum tertentu, ini harus diusut. Tugasnya polisi menyelidiki kenapa bisa terjadi bertahun-tahun," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar