Harga kelapa sawit di Pasaman Barat turun

id Harga Sawit,harga kelapa sawit

(ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/pd/18/)

Simpang Empat, (Antaranews Sumbar)- Harga kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami penurunan. Akibatnya masyarakat mengeluh dengan kondisi saat ini.

"Benar, harga sawit turun drastis dari Rp1.500 perkilogram menjadi Rp800 sampai Rp1.000 perkilogramnya," kata salah seorang petani, Fer (26) di Simpang Empat, Rabu.

Ia mengatakan telah menjual Tandan Buah Segar (TBS) ke salah satu pengumpul atau toke kelapa sawit di kampungnya dengan harga yang sangat meresahkan.

Saat dijual beberapa hari lalu harganya hanya Rp1.000 per kilogram. Padahal satu bulan sebelumnya harga masih di atas Rp1.000.

Menurutnya, harga itu sebenarnya tidak sesuai lagi dengan nilai rupiah dan banyaknya kebutuhan yang mendesak saat ini.

Sebab, biaya mengolah sawit itu cukup mahal. Apalagi saat ini harga pupuk tidak turun atau tidak bersamaan dengan turunnya harga sawit. Kemudian, upah panen juga tidak turun. Seperti jika panen1,5 ton itu mengeluarkan biaya Rp180 ribu.

Lalu biaya transportasi dari lokasi lahan ke tempat penimbangan Rp100 ribu per ton, biaya upah bongkar muat Rp150 ribu per ton.

"Sebenarnya kondisi harga TBS di pabrik yang tidak stabil menjadi acuan toke untuk menentukan harga, untuk saat sekarang ini toke bisanya membeli dari petani dengan harga dibawah Rp1.000 perkilogramnya," katanya.

Ia menyebutkan perhatian Pemkab Pasaman Barat dan DPRD sangat diharapkan agar persoalan ini tidak berulang dan terus terjadi, karena petani sudah resah dan menjerit.

Apalagi TBS ini turun drastis sejak sebelum dan sesudah hari Idul Fitri 1439 Hijriah 2018.

Dari data yang ada saat in harga sawit di tinggkat pengumpul atau toke hanya berkisar Rp800-Rp1000 perkilogran untuk daearah Pasaman Barat bagian utara. Sedangkan harga sawit di bagian selatan berkisar Rp9.000 perkilogram.

Sementara itu, Ketua DPRD Pasaman Barat, Daliyus, K membenarkan adanya informasi penurunan harga TBS ditingkat petani.

Penurunan ini belum diketahuinya pasti apa penyebabnya. Permasalahan ini akan dipertanyakan ke pihak terkait.

"Akibat turunnya harga TBS sawit ini, pihak pabrik kelapa sawit dan instansi terkait lainnya akan kita panggil. Karena persoalan ini sudah meresahkan masyarakat kita," tegasnya. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar