Limbah sawit PT Rimbo Panjang Sumber Makmur diduga tercemar

id Air Limbah,limbah sawit tercemar

Petugas Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat saat mengambil sampel air limbah perusahaan PT RPSM yang mencemari sungai Batang Tingkok Kapundung Kecamatan Kinali Pasaman Barat, Rabu (4/7). (ANTARA SUMBAR/Altas Maulana)

Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) melalui Dinas Lingkungan Hidup langsung turun ke perusahaan kelapa sawit PT Rimbo Panjang Sumber Makmur mengambil sampel air limbah pabrik itu yang diduga telah tercemar, Rabu.

"Benar, tim telah turun dan langsung mengambil sampel air limbah di pabrik dan di sungai Batang Tingkok yang diduga tercemar," kata Bupati Pasaman Barat, Syahiran didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Adrinaldi di Simpang Empat, Rabu.

Bupati menegaskan pihaknya tidak main-main terkait persoalan limbah itu. Apalagi diduga telah mengakibatkan korban masyarakat yang terserang penyakit kulit.

"Jika terbukti nantinya tercemar dan air limbahnya di atas baku mutu maka akan ditindak sesuai aturan kalau perlu kita tutup," tegasnya.

Namun pihaknya saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap air limbah itu.

"Kita tunggu hasilnya dan jika terbukti akan kita tindak. Kepada perusahaan lain juga harus memperhatikan ini. Jangan hanya mencari makan saja di Pasaman Barat. Izin dan kelayakan pabrik atau perusahaan harus diperhatikan dan dilengkapi," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Adrinaldi menambahkan dari hasil turun kelapangan terlihat aliran limbah pabrik langsung kesungai.

"Pantas saja air sungai kotor dan berbau. Sampel air limbahnya sudah kita ambil dan akan diuji di laboratorium," katanya.

Ia menyebutkan seminggu kedepan hasil uji laboratorium itu akan keluar. Jika terbukti tercemar maka pihaknya akan menindak perusahaan tersebut.

Sementara itu Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Insan Peduli Nagari, Jasmir Sikumbang sangat menyayangkan apa yang dialami masyarakat Kapundung Kinali.

"Ini sudah keterlaluan. Puluhan masyarakat banyak yang mengalami penyakit kulit akibat mandi di sungai Batang Tingkok. Pemerintah harus tegas menindak perusahaan," katanya.

Ia sangat menyayangkan pengoperasionalan perusahaan itu. Artinya sejumlah izin diduga belum lengkap termasuk izin limbah dan kelayakannya.

"Pemerintah harus tegas. Jangan biarkan masyarakat jadi korban terus menerus," tegasnya.

Seperti diberikan sebelumnya puluhan masyarakat Kapundung Kecamatan Kinali diduga tercemar limbah perusahaan pabrik kelapa sawit PT Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM) yang sampai kesungai Batang Tingkok.

Akibatnya badan masyarakat banyak yang gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya.

Dari data yang ada diantara korban yang mengalami gatal-gatal selain Raman adalah Uki, Isum, Rahel, Dimal, Anton Rosmalinda, Ampu sekeluarga, Jasnimar dan sekeluarga serta Alwi dan Azmar.

Sebelumnya Humas PT RPSM, Kasiman saat dikonfirmasi melalui telephone genggamnya belum bisa memberikan tanggapan lebih jauh.

"Nanti telephone balik ya, saya sedang bersama bapak," katanya singkat sambil mematikan telephone.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar