Minimalkan risiko kecelakaan, pengusaha kapal wisata diingatkan sedia pelampung

id kapal wisata

Kapal wisata di kawasan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan. (Antara Sumbar/Didi Someldi Putra)

Dari beberapa pemilik kapal yang beroperasi terutama di Kawasan Mandeh mereka cukup respon dengan rencana itu, semoga semua pemilik kapal memberikan respon serupa
Painan, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengingatkan pengusaha kapal yang melayani pengantaran wisatawan ke sejumlah pulau untuk melengkapi peralatan pelampung guna meminimalkan risiko jika terjadi kecelakaan saat berlayar.

"Kecelakaan bisa saja terjadi saat wisatawan menggunakan jasa kapal wisata seperti kapal bocor, dihempas gelombang dan lainnya. Jika kapal dilengkapi peralatan keselamatan, maka risiko jatuhnya korban bisa diminimalkan," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga setempat, Mawardi Roska di Painan, Jumat.

Ia menyebutkan dari 400 kapal wisata yang beroperasi di Pantai Carocok Painan, maupun di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh sebagian besar pemilik kapal sudah melengkapi peralatan keselamatan seperti pelampung.

Dalam waktu dekat pihaknya akan mengidentifikasi kapal-kapal wisata yang beroperasi agar diketahui berapa kapasitas angkut masing-masing kapal dan alat kelengkapan keselamatan yang tersedia.

Kapasitas angkut ini akan ditempel di dinding kapal agar penumpang tahu berapa kapasitas angkut kapal yang mereka tumpangi.

Selain kondisi kapal pihaknya juga akan mendata para pemilik kapal yang beroperasi agar jika terjadi kecelakaan jelas siapa yang akan bertanggung jawab.

Pihaknya juga akan mendiskusikan dan menyepakati sanksi-sanksi yang akan diberikan kepada pemilik kapal yang melanggar kesepakatan.

"Dari beberapa pemilik kapal yang beroperasi terutama di Kawasan Mandeh mereka cukup respon dengan rencana ini, semoga semua pemilik kapal memberikan respon serupa," katanya.

Pantai Carocok Painan dan Kawasan Mandeh merupakan dua objek wisata bahari yang diandalkan daerah setempat, selain pada libur lebaran, libur akhir pekan dan pada hari kerja objek wisata ini juga ramai dikunjungi wisatawan.

Selama libur Lebaran 2018 kedua objek wisata ini mampu menyumbang retribusi dari penjualan tiket masuk sebanyak Rp525.635.000, jumlah ini meningkat dari libur Lebaran 2017 yang saat itu kedua objek wisata hanya mampu menyumbang Rp466 juta saja. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar