PT ASS di Pesisir Selatan mampu hasilkan 15 ton ikan kerapu per tahun

id Keramba ikan kerapu

Keramba ikan kerapu di perairan Mandeh. (Antara Sumbar / Didi Someldi Putra) (Antara Sumbar/Didi Someldi Putra)

Ikan kerapu mesti dimandikan dengan air tawar, proses memandikan itu minimal dilaksanakan dua minggu sekali
Painan, (Antaranews Sumbar) - PT Andalas Samudera Sejati (ASS) yang bergerak di bidang usaha pembudidayaan ikan kerapu di perairan Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mampu menghasilkan 15 ton kerapu setiap tahun.

"Kami memiliki sebanyak 285 unit keramba apung dan setiap tahun mampu menghasilkan 15 ton ikan kerapu pelbagai jenis mulai dari cantik, tikus, cantang dan juga beo," kata Koordinator Lapangan PT Andalas Samudera Sejati, Kiat di Painan, Kamis.

Dari ke empat jenis kerapu tersebut, hanya kerapu tikus yang memiliki harga tinggi yaitu mencapai Rp400 ribu per kilogram, sementara tiga lainnya hanya Rp105 ribu per kilogram.

Mahalnya harga ikan kerapu jenis tikus juga sesuai dengan lamanya masa panen yang mencapai tiga tahun, sementara jenis lainnya masa panennya hanya satu tahun saja.

Tambak apung yang digunakan berukuran empat kali empat meter dan per unitnya, mampu menampung sebanyak 500 ekor bibit ikan kerapu.

Dari 500 ekor itu, pihaknya menarget 80 persen ikan hidup hingga masuknya masa panen, dan jika kurang maka pihaknya akan merugi.

Hanya saja ujarnya, perawatan ikan kerapu butuh penanganan khusus mulai dari memandikan hingga penanganan penyakitnya.

"Ikan kerapu mesti dimandikan dengan air tawar, proses memandikan itu minimal dilaksanakan dua minggu sekali," ujarnya.

Perairan Mandeh potensial sebagai lokasi pengembangbiakan ikan kerapu karena perairannya relatif tenang, dan gelombangnya juga tidak tinggi sehingga ikan tidak mudah stres.

PT Andalas Mitra Sejati mulai beroperasi di perairan Mandeh sejak 2010 hingga sekarang, perusahaan ini tidak hanya memenuhi pasar daerah setempat, namun juga memenuhi pasar beberapa negara seperti Singapura, Bangkok, Malaysia dan lainnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar