BPJS ketenagakerjaan Bukittinggi dorong debitur perbankan jadi peserta

id Rapat evaluasi SPO BPJS Ketenagakerjaan

Rapat evaluasi SPO BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi bersama lembaga perbankan, Kamis(28/6). BPJS Ketenagakerjaan mendorong agar debitur di perbankan mendaftar menjadi peserta agar terlindungi. (ANTARA SUMBAR/ BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi)

Di perbankan, saat ini yang sudah bekerja sama yaitu BRI, BNI, Mandiri dan BTN, debitur dapat mendaftar sebagai peserta dan mengajukan klaim jaminan hari tua
Bukittinggi, (Antaranews Sumbar) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bukittinggi mendorong agar debitur di lembaga perbankan dapat terlindungi lewat program-program yang tesedia di instansi tersebut.

"Kami ingin lebih perluas lagi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini belum terlalu menyentuh debitur, kami harap debitur bisa terlindungi," kata Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bukittinggi, Alwani Fitrajaya di Bukittinggi, Kamis.

Ia menyebutkan untuk langkah tersebut dilakukan rapat evaluasi "service point office" (SPO) bersama lembaga perbankan yang telah bekerja sama yang berada di wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi.

SPO merupakan layanan bentuk perpanjangan layanan dari BPJS Ketenagakerjaan yang dilakukan di perbankan dan sudah diterapkan sejak 2013.

Melalui SPO, diharapkan perbankan dapat memberikan layanan dan informasi seluasnya pada debitur agar dapat mendukung jumlah kepesertaan yang lebih banyak lagi.

Dengan menjadi peserta, debitur memperoleh manfaat saat program berjalan berupa perlindungan selama menjadi peserta karena bukan tidak mungkin dalam aktivitas yang dilakukan tidak memiliki risiko.

"Di perbankan, saat ini yang sudah bekerja sama yaitu BRI, BNI, Mandiri dan BTN, debitur dapat mendaftar sebagai peserta dan mengajukan klaim jaminan hari tua," katanya.

Dengan kemudahan itu, peserta yang mungkin tinggal di daerah jauh dari kantor cabang, dapat ajukan klaim di bank terdekat.

Dalam evaluasi tersebut, ia mengatakan penerapan SPO sudah berjalan baik namun masih sering mengalami kendala dalam jaringan. "Masih ada beberapa unit perbankan yang di lokasinya belum didukung jaringan yang bagus," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar