Sampah di Pariaman terbanyak dari Pariaman Tengah

id Produksi Sampah Pariaman,Sampah di Pariaman

Petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Pariaman mengangkut sampah rumah tangga di Kecamatan Pariaman Tengah. (Antara Sumbar/Muhammad Zulfikar)

Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, mencatat volume sampah dari empat kecamatan di daerah itu mencapai 60 ton per hari.

"Angka tersebut merupakan perhitungan pada hari biasa, sedangkan setelah libur lebaran kemarin volumenya meningkat drastis hingga 100 persen," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pariaman, Adrial, di Pariaman, Kamis.

Volume sampah yang paling dominan yaitu berasal dari Kecamatan Pariaman Tengah dikarenakan sebagai pusat ibu kota daerah, sekaligus jumlah penduduk terbanyak dari kecamatan lain.

Khusus volume sampah setelah libur lebaran, diperkirakan mencapai 120 ton per hari dari beberapa objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, kata dia.

"Volume sampah saat hari libur terutama setelah lebaran memang mengalami peningkatan yang signifikan, sampah tersebut terbagi atas dua jenis organik dan anorganik," ujarnya.

Seluruh sampah yang ada di kota itu dikumpulkan dan diangkut oleh 219 petugas kebersihan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berada di Desa Tungkal Selatan Kecamatan Pariaman Utara.

Khusus volume sampah yang ada di Pulau Angso Duo katanya, pemerintah telah meminta kepada para pedagang agar kembali mengangkut ke daratan.

"Para pedagang yang ada di Pulau Angso Duo telah beberapa kali diingatkan agar seluruh sampah dibawa, namun masih ada oknum yang mengabaikannya," ujarnya.

Secara umum pihaknya menilai tingkat kesadaran masyarakat dan para wisatawan yang berkunjung ke daerah itu masih belum maksimal terkait kepedulian sampah.

Pemerintah daerah telah menyediakan sejumlah tong sampah di seluruh titik objek wisata namun disayangkan masih banyak masyarakat dan wisatawan yang membuang sampah sembarangan, kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar