Hiburan tradisional sambut pemudik di Bandara Minangkabau

id mudik

penampilan pemusik tradisional di Bim. Antara Sumbar/istimewa .

Padangpariaman, (Antaranews Sumbar) - PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menyiapkan hiburan musik tradisional Minang yaitu talempong guna menyambut pemudik yang tiba di bandara itu.

"Mulai H-3 atau 13 Juni 2018 sampai H+3 atau 19 Juni 2018 kami menyiapkan hiburan musik talempong di area kedatangan penumpang ," kata Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Fendrik di Padangpariaman, Kamis.

Menurutnya penyediaan hiburan alat musik talempong bekerja sama dengan Dinas Pariwisata sebagai bentuk pelayanan kepada pemudik yang pada umumnya adalah para perantau Minang yang hendak pulang ke kampung halaman.

Jadi begitu mendarat nuansa Ranah Minang sudah terasa saat mendengar hiburan talempong, ujar dia.

Ia mengatakan para pemain talempong membawakan lagu-lagu tradisional Minangkabau untuk mengingatkan kenangan pemudik akan kampung halaman.

Talempong merupakan alat musik pukul tradisional khas Minangkabau yang menyerupai bonang dalam perangkat gamelan.

Talempong terbuat dari kuningan, namun ada pula yang terbuat dari kayu dan batu. Saat ini talempong dari jenis kuningan lebih banyak digunakan.

Berbentuk lingkaran talempong berdiameter 15 sampai 17,5 sentimeter, pada bagian bawahnya berlubang sedangkan pada bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter lima sentimeter sebagai tempat untuk dipukul.

Talempong memiliki nada yang berbeda-beda yang bunyinya dihasilkan dari sepasang kayu yang dipukulkan pada permukaannya.

Alat musik ini biasanya digunakan untuk mengiringi tarian pertunjukan atau penyambutan, seperti Tari Piring yang khas, Tari Pasambahan, dan Tari Gelombang.

Talempong juga digunakan untuk melantunkan musik menyambut tamu istimewa.

Memasuki H-2 Idul Fitri 1439 Hijriah pada 13 Juni 2018 arus kedatangan pemudik menggunakan pesawat udara di Bandara Internasional Minangkabau masih cukup tinggi setelah puncak arus kedatangan terjadi pada H-3.

Jika pada H-3 jumlah pemudik yang tiba mencapai 8.960 orang pada H-2 sebanyak 8.949 pemudik tiba menggunakan 46 penerbangan, kata dia.

Menurutnya kendati puncak arus kedatangan telah terjadi sehari sebelumnya namun jumlah pemudik yang tiba tetap tinggi bahkan selisihnya tidak terlalu jauh.

Sebaliknya penumpang pesawat udara yang menuju Jakarta pada H-2 mencapai 4.775 orang dengan 45 penerbangan.

Ia menyampaikan sepanjang H-2 terdapat 13 penerbangan tambahan di luar jadwal reguler.

Dengan demikian sepanjang H-8 hingga H-2 atau 7 Juni hingga 13 Juni 2018 jumlah pemudik yang tiba di Sumbar mencapai 57.383 orang.
Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar