Pengelolaan limbah medis memprihatinkan, kata Menteri LHK

id limbah medis

Limbah medis. (Antara)

Ini sudah sangat darurat dan penanganannya agak khusus.  Kita tahu dari satu jenis saja, limbah medis ini sangat berbahaya.  Ada yang bekas diabetes, hiv dan penyakit lainnya,
Karawang, (Antaranews Sumbar) - Pengelolaan limbah medis di kabupaten/kota seluruh Indonesia cukup memprihatinkan, kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

"Jadi kami meminta pemerintah daerah mengawasi pengelolaan limbah medis di daerahnya masing-masing," katanya usai melakukan pengecekan sampah mudik di rest area kilometer 57 Tol Jakarta-Cikampek, Rabu.

Ia menambahkan saat ini kondisi penanganan limbah medis bisa dikatakan darurat, karena banyaknya pusat kesehatan di Indonesia tidak sebanding dengan jumlah perusahaan pengelolaan limbah medis.

"Ini sudah sangat darurat dan penanganannya agak khusus. Kita tahu dari satu jenis saja, limbah medis ini sangat berbahaya. Ada yang bekas diabetes, hiv dan penyakit lainnya," ujar dia.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sendiri telah meminta empat perusahaan produsen semen untuk membantu melakukan pemusnahan limbah medis selama tahun 2018.

Keempat perusahaan itu, ialah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Holcim Indonesia Tbk, PT Semen Padang, dan PT Cemindo Gemilang.

Hal tersebut dilakukan karena dinilai bisa membantu pemkab/pemkot untuk melakukan sosialisasi kepada rumah sakit untuk melakukan pengelolaan limbah medis yang baik.

"Saya meminta pemda dan rumah sakit untuk berhubungan langsung dengan empat perusahaan itu. Ingin saya untuk pemusnahan ini gratis, rumah sakit tinggal membayar jasa transportnya saja," kata dia.

Untuk wilayah Jawa Barat disebutkan, rumah sakit bisa melakukan kontak langsung dengan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk serta PT Holcim Indonesia Tbk.(*)
Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar