Pastikan daging yang dijual aman, Padang Pariaman bentuk tim pengawasan penyembelihan hewan

id Kebutuhan Daging Lebaran,Daging Lebaran

Kepala Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, Bustanil Arifin. (ANTARA SUMBAR/Aadiaat M S)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat membentuk tim pengawasan penyembelihan hewan di pasar-pasar guna memastikan keamanan daging sapi dan kerbau yang dijual pedagang untuk kebutuhan lebaran di daerah itu.

"Kita ingin memastikan daging yang dijual pedagang aman, sehat, utuh, dan halal atau Asuh," kata Kepala Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Pariaman, Bustanil Arifin di Parit Malintang, Selasa.

Ia mengatakan pengawasan tersebut agar daging yang dijual pedagang kepada masyarakat aman untuk dikonsumsi baik dari kesehatan maupun kehalalan proses penyembelihannya.

Pengawasan yang dilakukan yaitu mulai dari sapi dan kerbau akan disembelih hingga selesai penyembelihan.

Tujuannya untuk melihat kondisi sapi dari luar hingga dagingnya guna memastikan kesehatan dan kemananan untuk dikonsumsi.

Selain itu, dengan adanya sistem tersebut pihaknya dapat meminimalisir penjualan daging sapi hasil curian beredar di daerah itu.

"Jadi setiap pedagang terlebih dahulu harus melapor kepada petugas sebelum sapinya disembelih," katanya.

Ia menyatakan pihaknya pun akan melarang pedagang mendatangkan daging sapi yang telah disembelih ke lokasi penjualan tanpa sepengetahuan petugas guna mengantisipasi daging sapi mati kemarin.

"Oleh karena itu kami mengharapkan pedagang untuk melapor terlebih dahulu sebelum sapinya disembelih," ujarnya.

Dalam pengawasan tersebut Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan akan melibatkan pihak kecamatan dan nagari guna memaksimalkan pengawasan.

Adapun ciri-ciri daging yang aman untuk dimasak dan dikonsumsi yaitu daging masih berwarna merah, tekstur masih kenyal, barbau khas daging, dan hindari pembelian daging beku. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar