Pusat perbelanjaan, titik kemacetan di Padang

id polresta padang,kemacetan di pusat perbelanjaan,padang macet

Ilustrasi - Arus lalu lintas padat di jalan Pemuda tepatnya di depan Plaza Andalas pada Minggu (6/10) siang. (ANTARA SUMBAR/ Mario S Nasution)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Polresta Padang, Sumatera Barat, memfokuskan untuk mengurai titik kemacetan yang terjadi di pusat perbelanjaan di kota itu menjelang Idul Fitri 1439 Hijriah.

"Beberapa kawasan perbelanjaan seperti Pasar Raya Padang, Plaza Andalas, Basko Plaza, Sentral Pasar Raya (SPR) ramai dikunjungi masyarakat yang ingin memenuhi kebutuhan lebaran sehingga menyebabkan kemacetan," kata Kasat Lantas Polresta Padang Kompol Asril Prasetya di Padang, Selasa.

Menurut dia untuk mengantisipasi hal tersebut Polres Padanga akan menempatkan personel di lokasi yang sering terjadi kemacetan di pusat perbelanjaan tersebut.

"Personel terdiri dari 12 orang yang tergabung dalam tim urai dan bertugas mengurai titik kemacetan yang terjadi di Kota Padang," katanya.

Ia mengatakan mereka bertugas mengurai kemacetan mulai dari pukul 15.00 WIB hingga waktu berbuka puasa karena waktu itu memang rentan terjadi kemacetan di pusat perbelanjaan.

"Di setiap lokasi perbelanjaan ditempatkan dua orang petugas yang bertanggungjawab mengurai kemacetan yang terjadi di sana," kata dia.

Sebelumnya sejumlah ruas jalan di Kota Padang, Sumatera Barat mengalami kemacetan terutama kawasan perbelanjaan pada Minggu siang (10/6).

Mulai dari kawasan pusat perbelanjaan seperti Pasar Raya, Sentral Pasar Raya di Jalan Muhammad Yamin, Plaza Andalas di Jalan Pemuda, Basko Grand Mall di Jalan Hamka dan Transmart di Jalan Khatib Sumaiman.

Terlihat kemacetan terjadi di jalan Pemuda Kecamatan Padang Barat, ratusan kendaraan roda empat melaju dalam kecepatan rendah di jalanan tersebut.

"Jarak tempuh dari kawasan Damar menuju Simpang M Yamin memakan waktu sekitar 20 menit," kata salah seorang pengendara Irwanda di Padang, Minggu.

Selain itu, lalu lintas mengalami kemacetan dari arah Hang Tuah menuju Pasar Raya. Jalan tersebut dipenuhi kendaraan sehingga tidak dapat dilalui.

"Saya tidak berani masuk ke jalan tersebut karena padat sekali," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar