Ini langkah antisipasi kenaikan harga daging dan telur di Padang Pariaman

id operasi pasar hewan

Kepala Dinas Pertenakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Pariaman, (Sumbar) Bustanil Arifin (dua kiri) menyerahkan satu rak telur kepada warga setempat pada operasi pasar hewan, Rabu (6/6). (Antara Sumbar/Aadiat MS)

Operasi pasar hewan ini merupakan kegiatan pemerintah provinsi yang kami laksanakan di daerah
Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat mengantisipasi kenaikan harga daging dan telur dengan melanjutkan operasi pasar hewan di sejumlah pasar tradisional di daerah itu.

"Operasi pasar hewan ini merupakan kegiatan pemerintah provinsi yang kami laksanakan di daerah," kata Kepala Dinas Petenakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Pariaman, Bustanil Arifin di Parit Malintang, Jumat.

Ia mengatakan pasar tradisional yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan oeprasi pasar hewan tersebut yaitu pasar yang diprediksi harga kebutuhan pokok terutama daging dan telur akan naik.

Indikator lainnya yaitu lokasi pasar tersebut jauh dari lokasi pasar utama di daerah itu sehingga apabila terjadi kenaikan harga maka warga akan kesulitan pergi ke pasar utama, katanya.

Menurutnya pasar yang masuk ke dalam indikator itu yaitu tiga pasar tradisional di Sungai Geringging yaitu Batu Bangko, Durian Anjung, dan Bukik Laban.

"Untuk Pasar Batu Bangko sudah dilaksanakan pada Rabu lalu, sedangkan hari ini dilaksanakan di Pasar Durian Ajuang," ujarnya.

Operasi di kedua pasar itu hanya menyediakan ayam dan telur, sedangkan untuk daging sapi dan kerbau akan dilaksanakan di Pasar Bukik Laban ketika memasuki H-2 lebaran.

Adapun potongan harga pada operasi pasar tersebut yaitu Rp5.000 per rak untuk telur, Rp7.500 per ekor untuk ayam, dan Rp15.000 per kilogram untuk daging sapi.

Jadi jika telur di pasar tersebut dijual dengan harga Rp32 ribu per rak telur maka akan menjadi Rp27 ribu, lalu jika ayam dijual Rp45 ribu per ekor maka akan menjadi Rp37.500, dan jika daging sapi Rp120 ribu per kilogram maka harganya menjadi Rp105 ribu.

Ia menjelaskan masyarakat langsung membeli ke pedagang yang terdaftar dengan harga yang telah disubsidi namun setiap potongan harganya akan diganti oleh pemerintah.

Ia mengatakan tahun lalu pihaknya juga menyelenggarakan hal serupa namun lokasi yang di pilih yaitu di Pasar Sungai Geringging dan Batu Basa.

Namun pihaknya menilai ketika terjadi kenaikan harga maka warga di dekat pasar tersebut masih bisa belanja di pasar lainnya antaranya Pasar Sungai Limau dan Lubuk Basung, Agam. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar