Pemborong diminta selesaikan jalan dan jembatan Tiram sebelum lebaran

id Suhatri Bur

Wakil Bupati Padang Pariaman, Sumbar, Suhatri Bur. (Antara Sumbar/Aadiat MS)

Karena adanya pungutan sumbangan itu membuat jembatan lama ini dikenal warga sebagai jembatan termahal
Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Wakil Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, Suhatri Bur meminta pemborong pembangunan jalan dan jembatan di Tiram dekat kampus Politeknik Pelayaran Sumbar dapat diselesaikan sebelum lebaran.

"Jalan itu tidak saja menjadi jalur lalu lintas warga setempat, namun juga jalur bagi warga Kota Pariaman dan Kabupaten Pasaman Barat menuju Kota Padang," kata dia di Parit Malintang, Jumat.

Apalagi sebentar lagi akan lebaran pengguna jalan akan meningkat, jika pembangunan jalan dan jembatan itu tidak selesai sebelum lebaran dipastikan akan terjadi kemacetan panjang di kawasan itu.

Hal itu karena jalur tersebut juga menjadi alternatif bagi pengendara jalan lintas nasional Padang-Bukittinggi saat macet.

Ia mengakui ada jalan lain yang dapat digunakan selama pembangunan, namun kondisinya sangat parah karena belum diaspal sehingga pengendara harus berhati-hati saat melintas terutama jika daerah itu diguyur hujan.

Karena jalan sementara ini kondisinya parah membuat pengendara lambat melintasinya, dan tidak jarang terjadi kemacetan terlebih ketika libur.

Jalan pengganti sementara ini sebagian besar dilewati mobil pribadi dan truk, sedangkan kendaraan bermotor masih bisa melewati jalur lama, namun harus melintasi jembatan yang dibangun warga dengan memberikan sumbangan secara sukarela.

Hal ini sama seperti sebelum dilakukannya pembangunan jembatan di kawasan itu.

"Karena adanya pungutan sumbangan itu membuat jembatan lama ini dikenal warga sebagai jembatan termahal," katanya.

Sekarang jembatan tersebut telah dihancurkan, dan sedang dibangun jembatan yang lebih representatif.

Mengingat kondisi ini, ia mengharapkan pemborong dapat mempercepat pembangunan jalan dan jembatan agar dapat dilewati saat arus mudik dan balik lebaran. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar