Pemkab Agam siapkan 1.140 unit angkutan layak jalan untuk berlebaran

id angkutan lebaran

Bupati Agam Indra Catri memasang stiker angkutan lebaran ke salah satu bus di Terminal Antokan Lubukbasung, Jumat (8/6). (Antara Sumbar/Yusrizal)

Ini juga untuk memberikan kepastian pelayanan angkutan yang memadai sehingga masyarakat dapat berpergian dan sampai ke tujuannya dengan aman dan selamat
Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyiapkan 1.140 unit kendaraan untuk mengangkut masyarakat yang akan mudik dan untuk arus balik Idul Fitri 1439 Hijriah.

Kepala Dinas Perhubungan Agam, Yosefriawan di Lubukbasung, Jumat, mengatakan ke 1.140 unit angkutan ini untuk Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) sebanyak 80 unit, Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) 239 unit.

Kemudian untuk Angkutan Jemput Dalam Provinsi (AJDP) 16 unit, angkutan desa dan angkutan kota 808 unit.

"Angkutan desa dan angkutan kota ini tersebar di 16 kecamatan," katanya saat pencanangan angkutan lebaran di Terminal Antokan Lubukbasung, Jumat.

Seluruh kendaraan itu layak jalan, karena saat pencanangan angkutan lebaran, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi teknis kendaraan angkutan umum.

"Kendaraan layak jalan kita pasang stiker angkutan lebaran," katanya.

Pencanangan angkutan lebaran ini bertujuan memberikan jaminan keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat pengguna jalan dan penggunaan angkutan umum.

Lalu mengetahui kesiapan personel dan peralatan yang akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan angkutan lebaran.

Selain itu terdatanya jumlah armada yang datang dan berangkat dari terminal, menekan resiko terjadinya kecelakaan, memberikan jaminan terhadap tersedianya pelayanan angkutan umum.

Sementara itu, Bupati Agam Indra Catri menambahkan, pencanangan ini merupakan salah satu bentuk perhatian dari pemerintah dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Menjamin keamanan dan keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

"Ini juga untuk memberikan kepastian pelayanan angkutan yang memadai sehingga masyarakat dapat berpergian dan sampai ke tujuannya dengan aman dan selamat," katanya.

Ia mengimbau pengusaha angkutan umum, agen, sopir, pemilik angkutan umum dan pemilik kapal di Danau Maninjau agar lebih mengutamakan keselamatan penumpang dengan berhati-hati mengoperasikan kendaraan dan kapal.

Menjaga kondisi kendaraan selalu dalam keadaan siap operasi seperti, sistem rem, sistem kemudi, lampu-lampu, ban, tidak menaikan penumpang melebihi kapasitas yang sudah ditentukan dan lainnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar