Harga TBS kelapa sawit di Pesisir Selatan anjlok

id TBS Sawit

TBS kelapa sawit. (Antara)

Berapa pun harga yang ditetapkan pedagang pengumpul terpaksa kami terima, karena petani tidak memiliki akses ke perusahaan pengelola TBS
Painan, (Antaranews Sumbar) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit produksi kebun masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat anjlok dari Rp1.200 menjadi Rp800 per kilogram menjelang Lebaran 2018.

"Harga TBS berangsur-angsur anjlok sejak sebulan terakhir, dan hampir terjadi setiap menjelang Lebaran," kata petani kelapa sawit di Kecamatan Lengayang, daerah setempat, Ali Umar (52) di Painan, Rabu.

Namun tahun ini anjloknya harga TBS kelapa sawit tidak separah tahun lalu yang hanya Rp400 per kilogram.

"Meski anjlok kami tetap bersyukur karena harga saat ini tidak terlalu "mencekik" petani," katanya.

Ia menyebutkan petani kelapa sawit di Pesisir Selatan hampir secara keseluruhan menjual hasil kebunnya ke pedagang pengumpul, dan naik turunnya harga ditentukan oleh pedagang pengumpul tanpa adanya negosiasi.

"Berapa pun harga yang ditetapkan pedagang pengumpul terpaksa kami terima, karena petani tidak memiliki akses ke perusahaan pengelola TBS," kata petani lainnya, Ramadhan (47).

Kondisi ini telah dirasakan petani kelapa sawit sejak lama, karena itu ia meminta pemerintah setempat berperan aktif untuk menstabilkan harga TBS dengan harapan petani bisa lebih sejahtera.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan, Jumsu Trisno menyebutkan pada 2018 pihaknya akan menguji rendemen TBS kelapa sawit produksi kebun masyarakat.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan harga, karena selama ini perusahaan menilai rendemen dari TBS kelapa sawit produksi kebun masyarakat rendah sehingga dibeli dengan harga murah.

"Mudah-mudahan dengan keluarnya hasil uji rendemen, baik petani, pemerintah ataupun swasta sama-sama tahu seperti apa kualitas rendemen TBS kelapa sawit di kabupaten ini, dan bisa menjadi patokan pada proses pembelian TBS kelapa sawit," ujarnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar