Bahan makanan penyumbang deflasi di Bukittinggi

id Bukittinggi deflasi,BPS Bukittinggi

Ilustarsi. (ANTARA FOTO/Sri Hardianti/15)

Bukittinggi, (Antaranews Sumbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat daerah itu deflasi 0,39 persen pada Mei 2018 yang disumbang oleh kelompok bahan makanan.

"Kelompok bahan makanan sangat memengaruhi deflasi di Bukittinggi meski lima kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan indeks," kata Kepala BPS Bukittinggi, Mukhlis di Bukittinggi, Senin.

Selama Mei 2018, BPS setempat mencatat bahwa harga berbagai komoditas di daerah itu menunjukkan angka stabil.

Namun terjadi penurunan harga pada kelompok bahan makanan terutama pada bumbu-bumbuan.

Penurunan harga terbesar terjadi pada komoditas cabai merah, bawang merah, bawang putih, cabai hijau, cabai rawit, kentang, ikan tongkol, jengkol, petai, dan komoditas lainnya.

Di sisi lain kenaikan indeks pada lima kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar.

Selanjutnya kelompok sandang, kelompok kesehatan serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu daging ayam ras, emas perhiasan, telur ayam ras, jeruk, tomat sayur, komputer jinjing, sewa rumah, wortel, emping mentah dan komoditas lainnya.

Pada Mei 2018 dari 82 kota indeks harga konsumen (IHK), 65 kota mengalami inflasi dan 17 kota lainnya mengalami deflasi.

Bukittinggi berada diurutan ke-20 di Sumatera dan ke-79 di Indonesia.

Wali Kota Bukittinggi, M Ramlan Nurmatias sebelumnya telah memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat terutama saat Ramadhan 1439 Hijriah aman.

"Bila terjadi gejolak, bersama Bulog kami sudah berkoordinasi untuk menggelar pasar murah agar harga barang kebutuhan pokok tetap stabil," katanya.

Ia mengatakan karena Bukittinggi bukan daerah produsen, maka perlu koordinasi dengan daerah penghasil agar kebutuhan warga terpenuhi.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar