UNP Perkuat Nilai Pancasila Mahasiswa

id UNP

Rektor UNP Prof Ganefri. (cc) (cc/)

Oleh Mr Denya Utama

Padang, (Antaranews Sumbar)- Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera Barat memperkuat nilai-nilai Pancasila mahasiswa melalui mata kuliah umum dan Pusat Kajian Pancasila di kampus tersebut.

"UNP telah menetapkan Pendidikan Multikultular sebagai mata kuliah umum? untuk lebih menguatkan dan menyebarluaskan urgensi nilai-nilai Pancasila," kata Rektor UNP Ganefri di Padang, Minggu.

Selain itu pihaknya juga telah membentuk Pusat Kajian Pancasila UNP yang kepengurusannya diketuai oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudi Latief pada Maret 2018.

Menurut dia ada fenomena yang kurang tepat dilakukan oleh bangsa Indonesia pascareformasi yaitu penguatan nilai-nilai Pancasila dianggap tak relevan lagi disertakan dalam dialektika reformasi karena dianggap sebagai bagian sejarah lampau.?

"Kita butuh Pancasila untuk menangkal paham radikalisme dan fanatisme, kelompok kekerasan yang mengatasnamakan agama dan bertujuan memecah persatuan bangsa ini," kata dia.

Sebagai ideologi bangsa, Pancasila harusnya dihayati secara kolektif oleh masyarakat.Namun kenyataannya masyarakat sempat mengabaikannya.

Hal itu langsung berdampak ketika ideologi sesat mulai masuk dan menyusup ke dunia pendidikan sehingga menyebabkan kaum radikal berani muncul dan menunjukkan eksistensinya untuk menebar ketakutan.

"Satu bulan terakhir negara kita dihadapkan aksi bom bunuh diri dan kekerasan. Mulai aksi pemberontakan tahanan di Mako Brimob Kelapa Dua, disusul rentetan bom bunuh diri di Surabaya. Kemudian penyerangan di Mapolda Riau. Jangan lagi meninggalkan Pacasila, itu contoh buah pahitnya," kata dia.

Dirinya menegaskan UNP menentang dan mengutuk segala bentuk radikalisasi di negeri ini. UNP berkewajiban mencegah berkembangnya paham radikal, yakni melalui program pembelajaran berbasis nilai-nilai Pancasila.

"Kurikulum wajib UNP telah mengamanahkan pendidikan anti radikalisme yang tercantum dalam Pendidikan agama, Pancasila dan kewarganegaraan, serta Ilmu Sosial Budaya Dasar,"kata dia.
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar