Tanah Datar tawarkan sejumlah destinasi wisata religi untuk dikunjungi

id Masjid Rao Rao

Seorang warga melintas di halaman Masjid Rao Rao Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Masjid Rao Rao merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang ada di wilayah tersebut, selain untuk beribadah masjid ini juga dapat menjadi salah satu tujuan wisata religi. (Syahrul Rahmat/Antara Sumbar)

Masjid ini selain sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun, masjid-masjid tersebut memiliki bentuk arsitektur yang unik dan beberapa di antaranya masih dibangun dengan menggunakan kayu
Batusangkar, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) menawarkan sejumlah destinasi wisata religi untuk dikunjungi oleh masyarakat maupun wisatawan yang ingin berwisata ke daerah itu.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Tanah Datar, Edi Susanto di Batusangkar, Rabu, mengatakan selain untuk berwisata pengunjung sekaligus bisa beribadah di lokasi tersebut.

Objek wisata religi yang tersedia seperti masjid kuno, dan beberapa kegiatan keagamaan yang juga digelar di masjid itu pada waktu-waktur tertentu.

Masjid kuno yang dapat dikunjungi di antaranya Masjid Kuno Limo Kaum, Masjid Rao Rao di Sungai Tarab, Masjid Sa'adah Gurun, Masjid Ishlah Pariangan serta Surau Lubuak Bauk yang ada di Batipuah.

Masjid ini selain sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun, masjid-masjid tersebut memiliki bentuk arsitektur yang unik dan beberapa di antaranya masih dibangun dengan menggunakan kayu.

Selain masjid kuno, di daerah itu juga terdapat beberapa masjid lain yang dibangun baru, maupun direnovasi ulang, seperti masjid yang ada di Tapi Selo serta Masjid Quba yang ada di Sungai Tarab.

Pada masjid itu juga terdapat beberapa kegiatan atau ritual keagamaan yang digelar satu kali setiap tahun.

Seperti setiap bulan Safar di daerah Malalo selalu diadakan ritual Basapa oleh masyarakat, kegiatan tersebut dilaksanakan di sekitar makam salah seorang penyebar agama Islam yang dikenal dengan nama Buya Nan 50.

Selain itu pada Lebaran hari keenam juga akan dilaksanakan ritual Dikia Tagak yang digelar oleh masyarakat yang di daerah Sikaladi, setelah zikir biasanya kegiatan akan dilanjutkan dengan makan bersama.

Sementara itu Sejarahwan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang, Dr Sudarman mengatakan di daerah Tanah Datar terdapat beberapa masjid atau bangunan kuno yang sudah terdaftar sebagai tinggalan cagar budaya.

Masjid-masjid tersebut menurutnya memiliki berbagai keunikan, seperti masjid Rao Rao yang dibangun pada awal abad ke 20 M memiliki bentuk yang hampir sama dengan masjid Sa'adah Gurun serta Masjid Koto Baru yang ada di Solok Selatan, Selain itu Masjid Limo Kaum juga terkenal sebagai masjid yang memiliki banyak tiang serta memiliki atap sebanyak lima tingkat. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar