Produksi buah alpukat Kabupaten Solok turun

id Admaizon

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Admaizon. (AntaraSumbar/ Tri Asmaini)

Permintaan untuk alpukat Solok cukup banyak, dikirim untuk memenuhi kebutuhan pulau Sumatera, tapi petani masih kesulitan memenuhi permintaan pasar tersebut
Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Produksi buah alpukat Kabupaten Solok, Sumatera Barat mengalami penurunan sejak beberapa tahun terakhir dari 34.205,2 ton pada 2015, menjadi 28.954,2 ton pada 2016 dan 32.518,1 ton pada 2017, sementara hingga April 2018 baru mencapai 8.717,7 ton.

"Produksi mengalami penurunan sebanyak 5.251 ton pada 2016, dan 1.687,1 ton pada 2017," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Admaizon di Arosuka, Senin.

Salah satu faktor penyebab penurunan produksi buah alpukat karena banyaknya petani beralih profesi menjadi petani bawang merah.

Walaupun produksi alpukat menurun tapi tidak diiringi penyusutan luas lahan tanam yang digarap dan dikelola petani yakni 220.919 pohon pada 2016, dan 221.425 pohon pada 2017 serta 221.531 pohon pada 2018, katanya.

Padahal Dinas Pertanian menjadikan buah alpukat sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Solok. Dan kini sudah ada juga masyarakat yang meminta rekomendasi buah alpukat bebas penyakit untuk dikirim ke Malaysia.

"Permintaan untuk alpukat Solok cukup banyak, dikirim untuk memenuhi kebutuhan pulau Sumatera, tapi petani masih kesulitan memenuhi permintaan pasar tersebut," katanya.

Sejauh ini buah alpukat masih dikirim dan dijual dalam bentuk buah, belum ada produk turunan atau pengembangan produk olahan lainnya.

Pihaknya tengah melakukan pengembangan alpukat varietas mega gagoan dan mega murapi yang menjadi unggulan ditanam di sentra alpukat di Kecamatan Gunung Talang, Lembah Gumanti, dan Junjung Sirih.

Ia menyebutkan tanaman alpukat pada 2017 paling banyak di Kecamatan Gunung Talang dengan 91.657 pohon, Lembah Gumanti 18.169 pohon, Kubung 17.851 pohon, dan Junjung Sirih 16.322 pohon.

"Diharapkan pada Juni 2018 produksi buah alpukat kembali meningkat dan tidak ada petani yang beralih ke komoditas lainnya," katanya.

Dinas terkait akan terus membantu petani alpukat yang sampai saat ini masih bertahan menanam alpukat dengan memberi penyuluhan-penyuluhan dan bantuan pengembangan produk alpukat. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar