Menjaga kerukunan umat beragama jadi kesepakatan Forkopimda Sumut

id sumut

Menjaga kerukunan umat beragama jadi kesepakatan Forkopimda Sumut

Sumatera Utara

Aksi terorisme yang muncul di berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir berpotensi merusak kerukunsn umat beragama sehingga harus ditangani sejak dini,
Medan, (Antaranews Sumbar) - Upaya menjaga kerukunan umat beragama pascaaksi terorisme di berbagai daerah menjadi kesepakatan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sumatera Utara (Sumut).

"Aksi terorisme yang muncul di berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir berpotensi merusak kerukunsn umat beragama sehingga harus ditangani sejak dini," ujar Gubernur Sumut, HT Erry Nuradi di Medan, Sabtu.

Menurut dia, kalau kerukunan umat beragama terganggu atau rusak, maka bisa berpotensi besar memecah belah bangsa dan akhirnya mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Agar NKRI tetap terjaga, maka Forkopimda sepakat untuk saling meningkatkan komunikasi dan koordinasi dan Ramadhan tahun ini juga dijadikan momentum untuk memperkuat NKRI," ujarnya.

Ramadhan yang merupakan bulan suci dengan banyak kegiatan baik seperti buka puasa bersama bisa menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.

"Masyarakat dan semua pemangku kepentingan diharapkan hati-hati dan bijak menyikapi kejadian-kejadian yang terjadi belakangan ini seperti aksi bom," katanya.

Buka puasa bersama, pengajian dan termasuk Safari Ramadhan yang secara berganti-ganti diisi Forkopimda harus bisa mempererat rasa persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.

"Bulan Ramadhan adalah bulan untuk belajar berempati dan menumbuhkan solidaritas dengan sesama," katanya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan Prof Dr Muhammad Hatta menyebutkan, puasa adalah salah satu solusi permasalahan degradasi sikap dan karakter bangsa Indonesia.

Menurut dia, di tengah keprihatinan terhadap degradasi beberapa sikap individu dan kolektif bangsa, puasa sebetulnya mampu membangun karakter dan mental yang positif.

"Orang berpuasa belajar menjadi orang yang jujur, menahan diri, nafsu, amarah, ego, dan mengajarkan sifat empati," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar