BBPOM Padang nyatakan takjil di Padang Pariaman aman dikonsumsi

id BBPOM Padang,Pemeriksaann Takjil

Kepala BBPOM di Padang, Sumbar Martin Suhendri (kiri) bersama Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur (dua kiri) menyaksikan petugas BBPOM mengambil takjil untuk diuji coba di laboratorium, 2x11 Enam Lingkung, Jumat (18/5). (Antara Sumbar / Aadiaat M. S.)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Sumatera Barat, Martin Suhendri menyatakan takjil yang dijual pedagang di sejumlah pasar Kabupaten Padang Pariaman bebas dari bahan berbahaya.

"Kami telah memeriksa takjil yang dijual di empat pasar di Padang Pariaman selama dua hari," kata dia saat dikonfirmasi dari Padang Pariaman, Sabtu.

Keempat pasar tersebut yaitu Gasan Gadang dan Sungai Limau pada Kamis dan dilanjutkan Jumat di pasar 2x11 Enam Lingkung dan Lubung Alung.

Di empat pasar tersebut tidak ditemukan takjil yang mengandung bahan berbahaya di antaranya rodhamin, zat pewarna, dan borak.

Namun untuk di Pasar Gasan Gadang, lanjutnya pihaknya menemukan bahan yang dijual serupa tepung atau kapur yang biasa digunakan untuk melunakkan daging dan merenyahkan gorengan.

"Nama bahan itu banyak. Tapi kalau bahasa Padangnya `tija`," ujarnya.

Ia menyatakan penemuan bahan tersebut tidak pada takjil atau makanan tetapi bahan yang siap jual, ujar dia.

"Jika tepung itu mengandung borak maka akan berpengaruh pada gijal," katanya.

Ia pun mengimbau pedagang untuk tidak menggunakan bahan tersebut karena akan berdampak pada kesehatan.

Penemuan bahan berbahaya tersebut telah disampaikan secara lisan kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman agar segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Aspinuddin mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti penemuan tersebut.

Tindaklanjut tersebut dapat berupa menyampaikan bahaya penggunaan bahan itu untuk tubuh kepada pedagang agar tidak menjualnya lagi.

Ia mengatakan pelaksanaan pemeriksaan takjil di awal ramadhan karena pihaknya ingin memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

"Jadi kita ingin cepat bertindak agar nantinya tidak ada korban," tambahnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar