Warga di Padang Pariaman gelar tolak bala jelang Ramadhan (video)

id tolak bala

Sejumlah warga Nagari Bisati, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar sedang melaksanakan ratik tolak bala dan pawai obor gina menyambut bulan suci ramadhan 1439 hijriah, di VII Koto, Selasa (15/5). Antara Sumbar/Aadiat M Sabir.

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Ratusan warga Nagari Bisati, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menggelar prosesi ratik tolak bala atau berjalan kaki sambil membawa obor guna menyambut bulan Ramadhan 1439 Hijriah.

"Ini adalah kegiatan tahunan guna meningkatkan ketakwaan terhadap Allah dan berdoa agar terhindar dari musibah," kata salah seorang ulama yang memimpin kegiatan tersebut, Muhammad Idris di VII Koto, Selasa malam.

Ia mengatakan bacaan pada kegiatan tersebut yaitu pujian-pujian kepada Allah dan tahlil yang dilaksanakan dengan berjalan kaki sekitar tiga kilometer.

Ia menjelaskan penggunaan obor pada kegiatan tersebut yaitu selain sebagai penerang jalan juga sebagai simbol semangat untuk menjalan aktivitas.

"Diharapkan dengan kegiatan ini warga Bisati semangat untuk menjalankan ibadah puasa," katanya.

Ia mengungkapkan perbedaan pelaksanaan ratik tolak bala yang dilaksanakan pada malam tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya.

Perbedaan tersebut, lanjutnya yaitu terletak pada tausiah atau ceramah agama yang dilaksanakan di akhir dari kegiatan.

"Tidak ada pantangan khusus dalam pelaksanan kegiatan ini. Hanya saja jangan melanggar larangan dalam agama," ujarnya.

Sementara itu, Camat VII Koto, Masrin Finor berharap kegiatan itu terus belanjut karena tidak saja untuk meningkatkan persatuan antarwarga namun juga dapat menangkal paham radikal.

"Saya juga berharap ke depan kegiatan ini dapat dikemas menjadi agenda pariwisata," kata dia.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan membuat pameran atau kegiatan lainnya yang menyangkut dari kegiatan tolak bala sehingga menarik minat wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar