Hilal tak terlihat di padang (video)

id pengamatan hilal,bmkg,ramadhan

Petugas melihat hilal menggunakan teodolit di Padang, (15/5). (Antara Sumbar/Ikhwan Wahyudi)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, Sumatera Barat menyatakan hilal tidak terlihat di Kota Padang.

"Penyebab hilal tidak terlihat pertama karena tingginya masih minus dua sampai empat derajat dan kedua karena faktor pertumbuhan awan yang cepat sehingga terhalang," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Padang Panjang Rahmat Triyono di Padang, Selasa.

Ia menyampaikan hal itu usai melakukan Rukyatul Hilal atau melihat bulan di Gedung Kebudayaan Sumatera Barat bersama jajaran Kementerian Agama Sumbar.

Rahmat menjelaskan matahari terbenam di Padang pada pukul 18.13 WIB dan bulan pukul 18.17 WIB.

Azimuth matahari pada posisi 288 derajat 54,11 dan tinggi bulan minus 0 derajat 15,34, kata dia.

"Saat itu posisi bulan di sebelah selatan bawah matahari," tambah dia.

Sementara Ketua Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Sumbar Asasriwarni mengatakan berdasarkan hisab disepakati hilal itu terlihat dan ada ketika ketinggian minimal dua derajat.

Kepala Kementerian Agama Sumbar Hendri mengatakan usai melakukan Rukyatul Hilal pihaknya langsung mengirim laporan ke pusat sebagai salah satu petimbangan dalam sidang isbath yang digelar Kementerian Agama.

Ia mengatakan dalam menetapkan awal Ramadhan pemerintah juga melakukan rukyatul hilal dan kemudian ditetapkan melalui sidang isbath yang digelar Kementerian Agama.

Sidang isbath diikuti pakar dan akademisi yang menguasai metode hisab dan rukyat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam.

Ia mengimbau masyarakat untuk melaksanakan puasa Ramadhan berdasarkan keputusan yang ditetapkan pemerintah pada malam ini. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar