Pengusaha rumah makan di Agam sepakat tak jualan pada siang hari

id Ramadhan,Agam

Kabag Operasional Polres Agam, Kompol Andrizal Ghuci, Wakil Ketua MUI setempat, Alwisra Imam Zadalah dan Ketua LKAAM Agam, Yularnis sebagai narasumber saat koordinasi Polres Agam, Depeertemen Agama, Satpol PP Damkar dan Kesbangpol dengan pengusaha atau pemilik rumah makan dalam menyambut bulan suci Ramadhan di Aula Wibisono Polres setempat, Selasa (15/5). (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Seluruh pengusaha rumah makan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sepakat tidak beroperasi pada siang hari selama Ramadhan 1439 Hijriyah, agar pelaksanaan ibadah puasa di daerah itu berjalan dengan baik.

Pemilik rumah makan Salero Basamo Bawan, Muhammad Yasin, di Lubukbasung, Selasa mengatakan pihaknya tidak akan membuka warungnya pada siang hari selama Ramadhan.

"Kami akan membuka warung sesuai jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah setempat pada pukul 17:00 WIB," katanya saat rapat koordinasi Polres Agam, Depeertemen Agama, Satpol PP Damkar dan Kesbangpol dengan pengusaha atau pemilik rumah makan dalam menyambut bulan suci Ramadhan di Aula Wibisono Polres setempat, Selasa.

Ia menambahkan kesepakatan itu juga harus diikuti oleh pemilik warung-warung kopi dan makanan lain, sehingga pelaksanaan puasa berjalan dengan baik.

Untuk menyikapi itu, harus ada ketegasan dari pemerintah setempat dan apabila ditemukan berikan sanksi sesuai aturan.

"Ini untuk memberikan efek jera kepada mereka yang masih membuka warung mereka," katanya.

Kabag Operasi Polres Agam, Kompol Andrizal Ghuci menambahkan, rapat koordinasi ini untuk mencari kesepakatan bersama antara pedagang agar saat Ramadhan tidak mencari kesalahan antara satu pihak dengan pihak lain.

"Pada intinya kesepakat bersama untuk mencari solusi bagaimana menghadapi Ramadhan terhadap rumah makan yang membuka siang hari," katanya.

Kesepakatan ini, tambahnya, akan disampaikan pada bupati dan bupati membuat surat edaran.

Sementara itu, Wakil Ketua MUI Agam, Alwisra Imam Zaidalah, menambahkan, bagi pemilik warung nasi yang membuka siang hari, maka menyuruh orang tidak berpuasa.

Ini mengingatkan hampir seluruh masyarakat daerah itu beragama Islam dan mereka akan berpuasa.

"Kita meminta tokoh adat untuk mengimbau anak komenakan untuk menunaikan puasa dan menghargai orang lain bagi mereka tidak puasa akibat berbagai hal," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar