Dandim Pariaman: jadikan media sosial untuk meredam isu kebencian

id dandim

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0308 Pariaman, Sumatera Barat, Letkol Arh Hermawansyah menyampaikan sambutan pada pertemuan dengan sejumlah tokoh agama, adat, dan pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman di markas Kodim 0308 Pariaman, Selasa (15/5). (Antara Sumbar/Aadiat MS)

Selama ini media sosial menjadi salah satu sarana berkembangnya doktrin yang dapat memicu permusuhan
Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Komandan Distrik Militer (Dandim) 0308 Pariaman, Sumatera Barat, Letkol Arh Hermawansyah meminta masyarakat menjadikan media sosial untuk meredam isu kebencian.

"Selama ini media sosial menjadi salah satu sarana berkembangnya doktrin yang dapat memicu permusuhan," kata dia saat pertemuan dengan sejumlah tokoh agama, adat, dan pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman di markas Kodim 0308 Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan doktrin tersebut berupa teks, foto, dan video yang dibaca dan ditonton oleh warga net yang terkadang dibagikan lagi melalui akun media masing-masing.

Padahal, lanjutnya doktrin tersebut memang sengaja dibuat oknum tertentu guna memancing emosi sehingga terjadi perpecahan antaragama.

Oleh karena itu ia meminta masyarakat dan pemangku kepentingan untuk dapat menetralisir informasi yang diperoleh agar doktrin tersebut tidak mudah memancing emosi pembaca dan penontonnya.

Menurutnya apabila masyarakat mudah terpancing maka oknum yang menginginkan adanya perpecahan akan bersukacita

Oleh karena itu ia meminta masyarakat dan pemangku kepentingan menjadikan media sosial sebagai sarana menyampaikan hal-hal positif yang dapat meredam isu kebencian dan mempererat hubungan antarsesama serta toleransi.

Ia pun meminta masyarakat untuk memperhatikan aktivitas yang dilakukan oleh anak-anaknya karena perkembangan teknologi sekarang memungkinkan anak-anak untuk melihat video dan bahkan memainkan permaian digital yang mengarah ke kerasan.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Padang Pariaman, Zahirman mengatakan pihaknya baik dari kementrian sampai ke daerah terus berupaya menekan beredarkan hoaks atau berita bohong.

Selain itu, lanjutnya pihaknya juga membuat akun sejumlah media sosial untuk menyebarkan informasi yang sebenarnya dari suatu isu yang tersebar sehingga masyarakat mengetahui kebenarannya.

"Bahkan informasi itu kita kirim berulang-ulang," ujarnya.

Pihaknya pun dalam waktu dekat akan memasang spanduk di sejumlah lokasi strategis. Spanduk itu berisi imbauan agar masyarakat tidak mudah mengambil informasi yang beredar.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padang Pariaman, Sofyan mengatakan Indonesia memang memiliki banyak perbedaan baik agama maupun budaya namun sebagai rakyatnya harus mencari persamaan.

"Mencari persamaan tersebut tentu bertujuan untuk terciptanya kesatuan," kata dia.

Ia mengajak Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau dan pemerintah daerah setempat untuk melakukan pertemuan berkala guna meningkatkan pembimbingan terhadap anak kemenakan agar tidak terpengaruh paham radikal.

Ia pun meminta pemerintah setempat kembali mengajarkan kepada generasi muda tentang pendidikan pengamalan dan penghayatan pancasila (P4)

Sejalan dengan itu Ketua Dewan Gereja Khatolik Padang Pariaman, Johanes Naibaho mendukung MUI Padang Pariaman dan pihak terkait untuk melakukan pertemuan guna menangkal beradarnya paham-paham radikal.

Ia pun juga meminta dihidupkan kembali P4 guna memberikan pembekalan kepada warga. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar