Perbakin Agam dorong klub Lahirkan atlet Berbakat

id perbakin

Ketua Umum Pengcab Perbakin Kabupaten Agam, Ferry Suwandi menyerahkan surat keputusan kepada Ketua Santosa Club Nagari Silareh Aia, di Halaman Mapolsek Palembayan, Minggu (13/5).Antara Sumbar/ Yusrizal .

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Perbakin Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mendorong peran aktif klub menembak melahirkan atlet berprestasi di daerah itu, sehingga mengharumkan daerah hingga tingkat nasional.

"Mudah-mudahan dengan peran aktif club menembak Agam menjadi juara umum menembak di Sumbar dan mewakili daerah itu tingkat nasional," kata Ketua Perbakin Agam Ferry Suwandi saat mengukuhkan kepengurusan Santosa Club Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan di Mapolsek Palembayan, Minggu (13/5).

Untuk mencapai itu, klub menembak harus memantau generasi di sekitar yang mempunyai bakat menembak.

Setelah itu, mereka dibina tentang teknik dalam menembak dengan baik, sehingga kemampuan mereka akan meningkat.

Ini yang dilakukan Perbakin selama ini, sehingga Perbakin Agam berada pada peringkat tiga besar perolehan medali saat Kapolda Cup yang juga pra Porprov di Limapuluh Kota pada 9-11 Februari 2018.

"Pada Kapolda Cup, kita meraih satu medali perak dan tujuh medali perunggu," katanya yang juga Kapolres Agam.

Kepada pengurus Sentosa Club yang dikukuhkan, pihaknya mengucapkan selamat kepada penggurus dan sering melakukan komunikasi dengan sekretariat Perbakin setempat.

Ini mengingatkan bahwa banyak aturan yang harus dipedomani dalam berburu hama tanaman.

Saat ini, katanya, berburu hama tanaman harus memiliki rekomendasi dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Untuk membawa senjata angin, harus memiliki izin dari Sat Intelkam Polres setempat.

"Bagi mereka yang tidak terdata, maka mereka tidak diperbolehkan melakukan aktivitas berburu hama tanaman," katanya.

Pembina Sentosa Club, Joni Alwis menambahkan, dengan pengukuhan ini memberi angin segar bagi pecandu olahraga menembak di daerah itu.

"Kita berharap nagari lain juga membentuk club menembak," katanya.

Tokoh masyarakat Palembang, Syafrizal menambahkan, klub menembak dibutuhkan setiap nagari terkait aturan pemakaian senjata dan membasmi hama tanaman.

Selama ini, masyarakat sangat bebas membawa senjata angin untuk membasmi hama tanaman, sehingga ada korban yang salah tembak di berbagai daerah.

Dengan cara itu, tidak ada korban akibat salah tembak dan lainnya.

"Ini yang kita harapkan sehingga pengguna senjata angin ini tepat sasaran dan tanaman masyarakat tidak diganggu hama," katanya.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar