Wabup Padang Pariaman imbau warga ganti balimau dengan kegiatan positif

id balimau

Wakil Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat Suhatri Bur. Antara Sumbar/Aadiat MS.

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Wakil Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat Suhatri Bur, mengimbau warga mengganti tradisi balimau yang biasanya dilakukan untuk menyambut Ramadhan dengan kegiatan positif lainnya.

"Biasanya warga kita menyambut datangnya bulan suci ramadan dengan balimau atau mandi-mandi di sungai, akan lebih baik diganti dengan membersihkan masjid atau mushala" kata dia di Parit Malintang, Minggu.

Ia mengatakan balimau harus ditinggalkan karena bukan syariat Islam dan tradisi itu dapat digantikan dengan kegiatan positif lain.

"Kalau membersihkan rumah ibadah tentu akan bersih dan nyaman sehingga banyak dikunjungi oleh jamaah," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Gerakan Thaharah rumah ibadah atau gerakan membersihkan masjid dan musala yang diluncurkan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat.

"Apalagi gerakan tersebut bertepatan dengan masuknya Bulan Suci Ramadan," ujarnya.

Ia meminta warga di daerah itu untuk mendukung gerakan tersebut dengan ikut membersihkan masjid dan musala yang berada di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Padang Pariaman, Helmi mengatakan gerakan Thaharah dipusatkan di Masjid Agung Syekh Burhannudin di Kecamatan Ulakan Tapakis.

"Gerakan ini diluncurkan Minggu pagi akan dilanjutkan ke seluruh kecamatan di Padang Pariaman melalui kantor urusan agama setempat," katanya.

Gerakan tersebut diambil dari kata taharah yang berarti suci atau bersih sebagai syarat untuk melaksanakan ibadah shalat.

"Artinya tanpa taharah, maka ibadah shalat baik yang fardu maupun yang sunah tidak akan sah," ujar dia.
Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar